Keluarga curiga Nurul diperkosa sebelum jatuh
Kamis, 27 September 2012 - 20:47 WIB
Keluarga curiga Nurul diperkosa sebelum jatuh
A
A
A
Sindonews.com - Meninggalnya Nurul Khasanah Binti Nasirin (25), Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Dusun Tawang, Desa Sumberbendo, Rt 01/01, Kecamayan Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, menyisakan tanda tanya. Nurul diduga tidak hanya terjatuh.
Sebelum meninggal, keluarga Nurul mengaku menerima banyak sms dan telepon yang menyatakan Nurul diperkosa dan kerap disiksa majikannya.
"Sebelum dikabarkan istri saya meninggal karena jatuh dari lantai 3, beberapa kali saya mendapatkan sms dan telepon dari istri saya yang mengatakan ia diperkosa dan kerap disiksa majikannya," kata Zaenal Mustofa, suami Nurul saat menerima jenazah, di kargo Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Kamis (27/9/2012).
Untuk itu, Zaenal dibantu pihak Migrant Care akan melakukan proses autopsi ulang di RSCM Jakarta. Keputusan itu dilakukan pihak keluarga, karena tidak mempercayai hasil otopsi pihak kepolisian Arab Saudi yang menyatakan kematian korban hanya karena terjatuh.
"Dia pernah cerita, pernah meminta kepada majikannya dipulangkan ke agen. Karena sudah tidak kuat menerima siksaan, tapi majikannya menolak, dan tahu-tahu, istri saya dikabarkan meninggal. Makanya kami mau autopsi ulang biar jelas," terangnya.
Seperti diketahui, Nurul Khasanah Binti Nasirin berangkat ke Arab Saudi melalui jasa PT Bakhtir Ihwan pada 8 Juli 2011. Nurul dikabarkan meninggal pada 29 November 2011, dan baru diberitahukan kepada keluarga pada 14 Desember 2011 melalui surat Kemenlu.
Sebelum meninggal, keluarga Nurul mengaku menerima banyak sms dan telepon yang menyatakan Nurul diperkosa dan kerap disiksa majikannya.
"Sebelum dikabarkan istri saya meninggal karena jatuh dari lantai 3, beberapa kali saya mendapatkan sms dan telepon dari istri saya yang mengatakan ia diperkosa dan kerap disiksa majikannya," kata Zaenal Mustofa, suami Nurul saat menerima jenazah, di kargo Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Kamis (27/9/2012).
Untuk itu, Zaenal dibantu pihak Migrant Care akan melakukan proses autopsi ulang di RSCM Jakarta. Keputusan itu dilakukan pihak keluarga, karena tidak mempercayai hasil otopsi pihak kepolisian Arab Saudi yang menyatakan kematian korban hanya karena terjatuh.
"Dia pernah cerita, pernah meminta kepada majikannya dipulangkan ke agen. Karena sudah tidak kuat menerima siksaan, tapi majikannya menolak, dan tahu-tahu, istri saya dikabarkan meninggal. Makanya kami mau autopsi ulang biar jelas," terangnya.
Seperti diketahui, Nurul Khasanah Binti Nasirin berangkat ke Arab Saudi melalui jasa PT Bakhtir Ihwan pada 8 Juli 2011. Nurul dikabarkan meninggal pada 29 November 2011, dan baru diberitahukan kepada keluarga pada 14 Desember 2011 melalui surat Kemenlu.
(san)