300 pelajar SMU & pesantren dapat pelatihan antiteroris
Minggu, 23 September 2012 - 15:39 WIB
300 pelajar SMU & pesantren dapat pelatihan antiteroris
A
A
A
Sindonews.com - Lebih dari 300 siswa pelajar SMU dari 75 SMU dan 35 Pesantren dari 30 provinsi di Indonesia mengikuti pelatihan kepemudaan Birru Youth Training: Inspiring Future Leader for Peace yang digelar Lazuardi Birru bekerja sama dengan Kemenpora, Kementerian Agama, 23 Journey, Ladang Media dan JPRMI Bandung di Cibubur, Jakarta Timur.
Pelatihan ini bertujuan membangun imunitas bagi remaja dalam menanggulangi epidemi virus kekerasan, radikalisme dan terorisme di Indonesia.
"Berbagai aksi kekerasan yang marak belakangan ini kerap diidentikan dengan remaja, padahal remaja yang terlibat dalam aksi radikal dan terorisme merupakan korban ideologi kekerasan itu sendiri," kata Ketua Lazuardi Birru Dhyah Madya Ruth SN di lokasi pelatihan, Minggu (23/9/2012).
Dhyah menilai generasi muda yang sedang mencari jati diri dan identitas merupakan pihak yang rentan menjadi korban atas infiltrasi gerakan radikalisme dan terorisme.
"Generasi muda merupakan target yang paling mudah dan utama direkrut oleh kelompok radikal dan teroris," terangnya.
Untuk itu, lanjutnya remaja harus diberi bekal yang cukup sehingga bisa membentengi dirinya dari bahaya radikalisme dan terorisme yang kerap mengintai.
Pelatihan ini juga menghadirkan Nassir Abbas yang merupakan mantan Ketua Jamaah Islamiyah Mantiqi 3. Nassir Abbas juga menyampaikan kiat-kiat membentengi diri dari aksi-aksi radikalisme dan terorisme.
Pelatihan ini bertujuan membangun imunitas bagi remaja dalam menanggulangi epidemi virus kekerasan, radikalisme dan terorisme di Indonesia.
"Berbagai aksi kekerasan yang marak belakangan ini kerap diidentikan dengan remaja, padahal remaja yang terlibat dalam aksi radikal dan terorisme merupakan korban ideologi kekerasan itu sendiri," kata Ketua Lazuardi Birru Dhyah Madya Ruth SN di lokasi pelatihan, Minggu (23/9/2012).
Dhyah menilai generasi muda yang sedang mencari jati diri dan identitas merupakan pihak yang rentan menjadi korban atas infiltrasi gerakan radikalisme dan terorisme.
"Generasi muda merupakan target yang paling mudah dan utama direkrut oleh kelompok radikal dan teroris," terangnya.
Untuk itu, lanjutnya remaja harus diberi bekal yang cukup sehingga bisa membentengi dirinya dari bahaya radikalisme dan terorisme yang kerap mengintai.
Pelatihan ini juga menghadirkan Nassir Abbas yang merupakan mantan Ketua Jamaah Islamiyah Mantiqi 3. Nassir Abbas juga menyampaikan kiat-kiat membentengi diri dari aksi-aksi radikalisme dan terorisme.
(hyk)