IPW minta Polri kembali pantau Solo
Selasa, 18 September 2012 - 00:33 WIB
IPW minta Polri kembali pantau Solo
A
A
A
Sindonews.com - Indonesia Police Watch (IPW) mengimbau Mabes Polri kembali mencermati situasi keamanan di Kota Solo, Jawa Tengah, pascapenembakan kepada dua terduga teroris di Jalan Veteran. Pasalnya, Kapolresta Solo saat ini dinilai tidak bersikap profesional dengan membiarkan aksi penyerangan, dan penyegelan yang dilakukan organisasi kemasyarakatan (ormas) tertentu.
"Kemarin (Minggu petang) terjadi penyerangan, dan penyegelan oleh ormas tertentu terhadap sejumlah tempat tanpa bisa diatasi polisi. Bahkan polisi seakan membiarkan oknum ormas tersebut beraksi, hingga menimbulkan keresahan masyarakat," kata Ketua Presidium IPW Neta S Pane melalui siaran persnya kepada wartawan di Jakarta, Senin 17 September 2012.
Neta mengatakan, aksi penyegelan yang dilakukan di Mc Donald, KFC, dan tempat-tempat lain di Singosaren, Kelurahan Kemlayan, Solo, merupakan aksi nekat yang terjadi karena polisi melakukan pembiaran. Padahal, aksi tersebut bisa memunculkan perlawanan, dan berakibat pada benturan antarmasyarakat di Solo.
"Padahal, sebelumnya situasi solo sudah sangat panas dengan adanya penembakan terhadap polisi, dan penyergapan teroris yang berujung tewasnya satu polisi," ujarnya.
Untuk itu, pihaknya meminta Kapolri Jenderal Polisi Timur Pradopo mengevaluasi kinerja Kapolresta Solo, untuk menghindari kembali terjadinya aksi-aksi yang mengancam stabilitas keamanan di wilayah itu.
Selain itu, IPW juga meminta Wali Kota Solo Joko Widodo tidak hanya sibuk mengurusi keikutsertaannya di Pilgub DKI Jakarta. "Sebagai Wali Kota Solo, Jokowi perlu menyampaikan desakan agar pihak kepolisian bersikap profesional. untuk segera menindak pihak-pihak yang mencoba mengganggu ketentraman masyarakat Solo," tandasnya.
"Kemarin (Minggu petang) terjadi penyerangan, dan penyegelan oleh ormas tertentu terhadap sejumlah tempat tanpa bisa diatasi polisi. Bahkan polisi seakan membiarkan oknum ormas tersebut beraksi, hingga menimbulkan keresahan masyarakat," kata Ketua Presidium IPW Neta S Pane melalui siaran persnya kepada wartawan di Jakarta, Senin 17 September 2012.
Neta mengatakan, aksi penyegelan yang dilakukan di Mc Donald, KFC, dan tempat-tempat lain di Singosaren, Kelurahan Kemlayan, Solo, merupakan aksi nekat yang terjadi karena polisi melakukan pembiaran. Padahal, aksi tersebut bisa memunculkan perlawanan, dan berakibat pada benturan antarmasyarakat di Solo.
"Padahal, sebelumnya situasi solo sudah sangat panas dengan adanya penembakan terhadap polisi, dan penyergapan teroris yang berujung tewasnya satu polisi," ujarnya.
Untuk itu, pihaknya meminta Kapolri Jenderal Polisi Timur Pradopo mengevaluasi kinerja Kapolresta Solo, untuk menghindari kembali terjadinya aksi-aksi yang mengancam stabilitas keamanan di wilayah itu.
Selain itu, IPW juga meminta Wali Kota Solo Joko Widodo tidak hanya sibuk mengurusi keikutsertaannya di Pilgub DKI Jakarta. "Sebagai Wali Kota Solo, Jokowi perlu menyampaikan desakan agar pihak kepolisian bersikap profesional. untuk segera menindak pihak-pihak yang mencoba mengganggu ketentraman masyarakat Solo," tandasnya.
(lil)