Eksis hingga kawasan ASEAN
Minggu, 16 September 2012 - 15:29 WIB
Eksis hingga kawasan ASEAN
A
A
A
Sindonews.com - Bagaimana jadinya jika siswa SMA terpilih dari seluruh Indonesia, dan beberapa wilayah Asia Tenggara dikumpulkan dalam sebuah kompetisi Olimpiade Ilmu Sosial?
Untuk ke-9 kalinya, Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (BEM FISIP UI) mempersembahkan Olimpiade Ilmu Sosial atau OIS 2012. Mengambil tema "Enhancing Social Movement among ASEAN Youth", kompetisi OIS 2012 berfokus pada edukasi, dan menciptakan kesadaran tentang gerakan sosial, serta peran anak muda sebagai agen perubahan.
Sebanyak 30 tim finalis telah dinyatakan lolos seleksi tahap pertama, yaitu essay writing competition, yang dilaksanakan pada 18 Mei-30 Juli 2012 untuk kategori nasional dan pada 18 Mei-14 Agustus 2012 untuk kategori regional.
Tim-tim terpilih dari SMA se-Asia Tenggara itu akan bertanding untuk merebutkan trofi Dekan FISIP UI, dan Sekretariat ASEAN selama seminggu, yakni pada 15-21 September 2012 di Kampus UI Depok, Jawa Barat.
Sebelumnya peserta kompetisi ditantang untuk melewati tahapan problem solving competition, problem solving presentation, circle of knowledge, movie review, social battle (semifinal round), dan social debate (grand final round).
Project Officer Kompetisi OIS 2012 Dicky Maharditya mengatakan, tema "Enhancing Social Movement among ASEAN Youth" dipilih karena saat ini semakin marak kegiatan di kalangan pemuda, terutama tingkat mahasiswa, yang bergerak melalui kegiatan social movement seperti konferensi dari organisasi kepemudaan.
"Kami ingin siswa SMA ini tergerak pikirannya untuk bisa melakukan suatu social movement," bebernya.
Menurut Dicky, ada banyak cara untuk menunjukkan social movement yang kelihatannya kecil, tapi akan lebih berdampak besar. Social movement ini difokuskan pada aspek lingkungan, mutual toleransi, dan pendidikan. Dicky mencontohkan, gerakan yang dilakukan sekelompok anak muda di salah satu wilayah di Indonesia yang berusaha membujuk orang-orang di sekitar mereka untuk menanam bakau.
Koordinator Divisi Media Partner OIS 2012 Anita Fitria mengatakan, OIS merupakan serangkaian kompetisi antar-SMA yang menguji kompetensi, bakat analisis, dan pengetahuan dasar siswa SMA mengenai isu-isu sosial terhangat. Sejarahnya, OIS pertama kali diadakan pada 2005, berangkat dari mimpi BEM FISIP UI untuk memberikan kontribusi nyata kepada Indonesia, khususnya bidang pendidikan, dalam penajaman intelektualitas kajian ilmu sosial.
Niat tersebut lalu diwujudkan melalui penanaman semangat kompetisi di bidang ilmu sosial kepada siswa SMA. Awalnya kompetisi ini diselenggarakan dalam periode dua tahun sekali, dan hanya melibatkan pelajar dari wilayah Depok.
Melihat antusiasme pelajar SMA yang begitu tinggi, OIS lalu melebarkan sayap untuk merangkul SMA se-Jabodetabek, skala nasional, bahkan berhasil merengkuh skala internasional pada 2011.
Kesuksesan tersebut lantas memasukkan OIS sebagai salah satu Rencana Kegiatan Agenda Tahunan Universitas Indonesia (RKAT UI). OIS pada tahun ini juga memiliki beberapa kegiatan penunjang yang akan menambah wawasan, sekaligus menghibur peserta selama mengikuti kompetisi.
Misalnya malam penyambutan (welcoming night), social movement seminar, presentation skill workshop, project of generation, institution visit and campus introduction, cultural performances, dan historic fun. Semua kegiatan tersebut dirancang untuk menumbuhkan kesadaran sosial.
"Kami berharap kompetisi ini tidak hanya membuat siswa SMA berkompetisi dalam lomba, juga menjadikan mereka agen perubahan dengan real actiondan nilai positif yang diaplikasikan untuk lingkungan," tutur Anita.
Untuk ke-9 kalinya, Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (BEM FISIP UI) mempersembahkan Olimpiade Ilmu Sosial atau OIS 2012. Mengambil tema "Enhancing Social Movement among ASEAN Youth", kompetisi OIS 2012 berfokus pada edukasi, dan menciptakan kesadaran tentang gerakan sosial, serta peran anak muda sebagai agen perubahan.
Sebanyak 30 tim finalis telah dinyatakan lolos seleksi tahap pertama, yaitu essay writing competition, yang dilaksanakan pada 18 Mei-30 Juli 2012 untuk kategori nasional dan pada 18 Mei-14 Agustus 2012 untuk kategori regional.
Tim-tim terpilih dari SMA se-Asia Tenggara itu akan bertanding untuk merebutkan trofi Dekan FISIP UI, dan Sekretariat ASEAN selama seminggu, yakni pada 15-21 September 2012 di Kampus UI Depok, Jawa Barat.
Sebelumnya peserta kompetisi ditantang untuk melewati tahapan problem solving competition, problem solving presentation, circle of knowledge, movie review, social battle (semifinal round), dan social debate (grand final round).
Project Officer Kompetisi OIS 2012 Dicky Maharditya mengatakan, tema "Enhancing Social Movement among ASEAN Youth" dipilih karena saat ini semakin marak kegiatan di kalangan pemuda, terutama tingkat mahasiswa, yang bergerak melalui kegiatan social movement seperti konferensi dari organisasi kepemudaan.
"Kami ingin siswa SMA ini tergerak pikirannya untuk bisa melakukan suatu social movement," bebernya.
Menurut Dicky, ada banyak cara untuk menunjukkan social movement yang kelihatannya kecil, tapi akan lebih berdampak besar. Social movement ini difokuskan pada aspek lingkungan, mutual toleransi, dan pendidikan. Dicky mencontohkan, gerakan yang dilakukan sekelompok anak muda di salah satu wilayah di Indonesia yang berusaha membujuk orang-orang di sekitar mereka untuk menanam bakau.
Koordinator Divisi Media Partner OIS 2012 Anita Fitria mengatakan, OIS merupakan serangkaian kompetisi antar-SMA yang menguji kompetensi, bakat analisis, dan pengetahuan dasar siswa SMA mengenai isu-isu sosial terhangat. Sejarahnya, OIS pertama kali diadakan pada 2005, berangkat dari mimpi BEM FISIP UI untuk memberikan kontribusi nyata kepada Indonesia, khususnya bidang pendidikan, dalam penajaman intelektualitas kajian ilmu sosial.
Niat tersebut lalu diwujudkan melalui penanaman semangat kompetisi di bidang ilmu sosial kepada siswa SMA. Awalnya kompetisi ini diselenggarakan dalam periode dua tahun sekali, dan hanya melibatkan pelajar dari wilayah Depok.
Melihat antusiasme pelajar SMA yang begitu tinggi, OIS lalu melebarkan sayap untuk merangkul SMA se-Jabodetabek, skala nasional, bahkan berhasil merengkuh skala internasional pada 2011.
Kesuksesan tersebut lantas memasukkan OIS sebagai salah satu Rencana Kegiatan Agenda Tahunan Universitas Indonesia (RKAT UI). OIS pada tahun ini juga memiliki beberapa kegiatan penunjang yang akan menambah wawasan, sekaligus menghibur peserta selama mengikuti kompetisi.
Misalnya malam penyambutan (welcoming night), social movement seminar, presentation skill workshop, project of generation, institution visit and campus introduction, cultural performances, dan historic fun. Semua kegiatan tersebut dirancang untuk menumbuhkan kesadaran sosial.
"Kami berharap kompetisi ini tidak hanya membuat siswa SMA berkompetisi dalam lomba, juga menjadikan mereka agen perubahan dengan real actiondan nilai positif yang diaplikasikan untuk lingkungan," tutur Anita.
(lil)