Pemerintah harus tegas lawan Malaysia
Kamis, 13 September 2012 - 13:21 WIB
Pemerintah harus tegas lawan Malaysia
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah diminta segera bertindak tegas terhadap insiden penembakan terhadap lima Warga Negara Indonesia (WNI) oleh polisi Malaysia.
Ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddiq mengatakan, penembakan terhadap WNI di Malaysia bukanlah hal yang bisa dianggap enteng. Pasalnya, polisi Malaysia menembak lima orang WNI sekaligus.
"Penembakan pada lima orang ini bukan perkara main-main. Artinya kalau bicara yang ditembak lima orang, walaupun masih diduga, ini seperti ada kesengajaan dan sistemik. Masak sampai lima orang yang ditembak, kan aneh," katanya kepada wartawan di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (13/9/2012).
Dia mengungkapkan, jangan sampai penembakan terhadap lima orang WNI itu menjadi teror yang sengaja diciptakan Pemerintah Malaysia melalui aparat keamanannya dengan dalih kasus-kasus Kriminal.
"Setidaknya dalam waktu dekat pemerintah harus mengirim nota protes kepada Pemerintah Malaysia," ujarnya.
Setelah mengirimkan nota protes, insiden tersebut menurutnya perlu diselesaikan pada level menteri. "Yang lebih penting, ini harus diselesaikan pada level menteri, kalau perlu kepala negara turun langsung. Ini serius!" ujarnya.
Sebelumnya diberitakan, lima WNI ditembak polisi Malaysia di daerah Ipoh Perak Malaysia. Kelima WNI itu diduga terlibat kasus perampokan di Malaysia.
Mereka adalah Jony, Osnan, Hamid, Mahno, dan Diden. 4 Korban berasal dari Batam, Kepulauan Riau. Sedangkan Mahno berasal dari Madura, Jawa Timur.
Ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddiq mengatakan, penembakan terhadap WNI di Malaysia bukanlah hal yang bisa dianggap enteng. Pasalnya, polisi Malaysia menembak lima orang WNI sekaligus.
"Penembakan pada lima orang ini bukan perkara main-main. Artinya kalau bicara yang ditembak lima orang, walaupun masih diduga, ini seperti ada kesengajaan dan sistemik. Masak sampai lima orang yang ditembak, kan aneh," katanya kepada wartawan di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (13/9/2012).
Dia mengungkapkan, jangan sampai penembakan terhadap lima orang WNI itu menjadi teror yang sengaja diciptakan Pemerintah Malaysia melalui aparat keamanannya dengan dalih kasus-kasus Kriminal.
"Setidaknya dalam waktu dekat pemerintah harus mengirim nota protes kepada Pemerintah Malaysia," ujarnya.
Setelah mengirimkan nota protes, insiden tersebut menurutnya perlu diselesaikan pada level menteri. "Yang lebih penting, ini harus diselesaikan pada level menteri, kalau perlu kepala negara turun langsung. Ini serius!" ujarnya.
Sebelumnya diberitakan, lima WNI ditembak polisi Malaysia di daerah Ipoh Perak Malaysia. Kelima WNI itu diduga terlibat kasus perampokan di Malaysia.
Mereka adalah Jony, Osnan, Hamid, Mahno, dan Diden. 4 Korban berasal dari Batam, Kepulauan Riau. Sedangkan Mahno berasal dari Madura, Jawa Timur.
(lil)