Walikota termuda dunia kampanye kepemimpinan di RI
Rabu, 12 September 2012 - 22:54 WIB
Walikota termuda dunia kampanye kepemimpinan di RI
A
A
A
Sindonews.com – Bashaer Othman, Wali Kota termuda di dunia mengunjungi Indonesia selama sepakan untuk kampanye mendorong generasi muda, termasuk pemuda Indonesia memberanikan diri menutut menjadi pemimpin.
Menurut pandangannya, pemuda jangan mau menunggu sampai pemerintah memberikan kepemimpinan, melainkan harus memberikan peluang untuk bersaing menjadi pemimpin.
Bashaer berharap, kedatangannya bisa memberikan inspirasi bagi generasi muda Indonesia agar punya tanggung jawab untuk memikirkan nasib bangsa dan mengajak generasi tua mengiklaskan tongkat estafet kepemimpinannya pada generasi muda.
Bashaer tiba di Indonesia sepekan yang lalu, sejak Senin 10 September lalu atas undangan Sofia Koswara, Chairwoman World Peace Movement.
Rencananya, dia akan berada di Indonesia selama sepekan atau sampai hari Sabtu 15 September 2012 siang. Selama sepekan dia akan mengunjungi beberapa tempat, bukan untuk liburan melainkan berbagi pengalaman dengan sejumlah media massa, salah satunya adalah mengunjungi Koran Seputar Indonesia dan Sindonews.com.
“Kami berharap dengan mengundang Bashaer ke Indonesia, akan memunculkan sebuah harapan bagi perdamian sekaligus mempromosikan perdamaian” ungkap Bashaer saat mengunjungi redaksi Sindonews.com, Rabu (12/9/2012).
Anak bungsu dari lima bersaudara pasangan Tariq Othman dan Salwa Othman ini datang didampingi kakak laki-lakinya untuk berbagi pengalaman menarik selama menjadi Wali Kota Allar, Tulkarm di barat laut Tepi Barat Gazza, Palestina menggantikan Wali Kota asli, Sufian Shadid selama dua bulan.
Dia mengaku menjadi wali kota bukan perkara mudah. Pasalnya, dia harus menerima sejumlah pengaduan dari warga kota Tullkarm. “Salah satunya. Dia pernah suatu ketika menerima telepon dari warganya yang mengalami masalah air,” ungkap Sofia Koswara, Chairwoman World Peace Movement menerjemahkan.
Pelajar tingkat pertama sekolah menengah atas ini terpilih menjadi pemuda terbaik dari kelompok pemuda Palestina. Selama seleksi, dia berhasil mengalahkan 40 pesaing, dan sebelumnya berhasil mengalahkan ribuan pemuda pesaing lainnya.
Saat terpilih menjadi pemuda terbaik, dia menantang Wali Kota Sufian Shadid agar mengizinkan dia menjabat sebagai wali kota daerahnya selama seminggu. Shadid ternyata berbaik hati memberikan Bashaer waktu lebih panjang, yakni selama dua bulan.
Selama melepas jabatannya, Shadid lantas tidak lepas tangan membiarkan Bashaer begitu saja. Dia menjadi mentor dan terus memberikan pengarahan pada Bashaer.
Shadid pernah berkata pada Bashaer, pelajaran kepemimpinan bukanlah pelajaran tutorial, melainkan praktek langsung, dimana dengan berjalannya waktu pemimpin akan terbentuk.
Menurut pandangannya, pemuda jangan mau menunggu sampai pemerintah memberikan kepemimpinan, melainkan harus memberikan peluang untuk bersaing menjadi pemimpin.
Bashaer berharap, kedatangannya bisa memberikan inspirasi bagi generasi muda Indonesia agar punya tanggung jawab untuk memikirkan nasib bangsa dan mengajak generasi tua mengiklaskan tongkat estafet kepemimpinannya pada generasi muda.
Bashaer tiba di Indonesia sepekan yang lalu, sejak Senin 10 September lalu atas undangan Sofia Koswara, Chairwoman World Peace Movement.
Rencananya, dia akan berada di Indonesia selama sepekan atau sampai hari Sabtu 15 September 2012 siang. Selama sepekan dia akan mengunjungi beberapa tempat, bukan untuk liburan melainkan berbagi pengalaman dengan sejumlah media massa, salah satunya adalah mengunjungi Koran Seputar Indonesia dan Sindonews.com.
“Kami berharap dengan mengundang Bashaer ke Indonesia, akan memunculkan sebuah harapan bagi perdamian sekaligus mempromosikan perdamaian” ungkap Bashaer saat mengunjungi redaksi Sindonews.com, Rabu (12/9/2012).
Anak bungsu dari lima bersaudara pasangan Tariq Othman dan Salwa Othman ini datang didampingi kakak laki-lakinya untuk berbagi pengalaman menarik selama menjadi Wali Kota Allar, Tulkarm di barat laut Tepi Barat Gazza, Palestina menggantikan Wali Kota asli, Sufian Shadid selama dua bulan.
Dia mengaku menjadi wali kota bukan perkara mudah. Pasalnya, dia harus menerima sejumlah pengaduan dari warga kota Tullkarm. “Salah satunya. Dia pernah suatu ketika menerima telepon dari warganya yang mengalami masalah air,” ungkap Sofia Koswara, Chairwoman World Peace Movement menerjemahkan.
Pelajar tingkat pertama sekolah menengah atas ini terpilih menjadi pemuda terbaik dari kelompok pemuda Palestina. Selama seleksi, dia berhasil mengalahkan 40 pesaing, dan sebelumnya berhasil mengalahkan ribuan pemuda pesaing lainnya.
Saat terpilih menjadi pemuda terbaik, dia menantang Wali Kota Sufian Shadid agar mengizinkan dia menjabat sebagai wali kota daerahnya selama seminggu. Shadid ternyata berbaik hati memberikan Bashaer waktu lebih panjang, yakni selama dua bulan.
Selama melepas jabatannya, Shadid lantas tidak lepas tangan membiarkan Bashaer begitu saja. Dia menjadi mentor dan terus memberikan pengarahan pada Bashaer.
Shadid pernah berkata pada Bashaer, pelajaran kepemimpinan bukanlah pelajaran tutorial, melainkan praktek langsung, dimana dengan berjalannya waktu pemimpin akan terbentuk.
(mhd)