Keahlian Anwar merakit bom melebihi Thoriq
Rabu, 12 September 2012 - 15:25 WIB
Keahlian Anwar merakit bom melebihi Thoriq
A
A
A
Sindonews.com - Korban luka dalam bom Depok yang diduga kuat sebagai Anwar alias Wahyu Ristanto memiliki keahlian lebih dalam merangkai ataupun merakit bom yang meledak di Beji, Depok dan Tambora, Jakarta Barat.
Bahkan keahlian Anwar diakui oleh Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Mabes Polri, Brigjen Pol Boy Rafli melebihi keahlian yang dimiliki Thoriq.
Kemungkinan, lanjutnya, Thoriq belajar dari Anwar yang dinilai polisi memiliki keahlian membuat bom. "Dugaan kuat kita, Mr X ini memiliki keahlian yang lebih dalam merangkai (bom) dibandingkan saudra Thoriq," kata Boy di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (12/9/2012).
Sedangkan diketahui jika kelompok ini telah merencanakan aksi terorisme tersebut selama enam bulan. "Perencanaan mereka ini minimal udah enam bulan. Karena saudara W yang di RS itu juga diduga telah meninggalkan rumah sekitar 5-6 bulan," jelas Boy.
Sebelumnya, Boy juga mengakui jika kelompok teroris yang lebih dikenal dengan Thoriq cs tersebut memiliki sistem kerja yang sama dengan senior mereka Dr Azhari yang merupakan pelaku bom Bali beberapa tahun silam.
Namun, Thoriq cs diketahui merupakan kelompok baru meskipun sistem kerja mereka sama namun metode yang dimiliki masing-masing berbeda.
Bahkan keahlian Anwar diakui oleh Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Mabes Polri, Brigjen Pol Boy Rafli melebihi keahlian yang dimiliki Thoriq.
Kemungkinan, lanjutnya, Thoriq belajar dari Anwar yang dinilai polisi memiliki keahlian membuat bom. "Dugaan kuat kita, Mr X ini memiliki keahlian yang lebih dalam merangkai (bom) dibandingkan saudra Thoriq," kata Boy di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (12/9/2012).
Sedangkan diketahui jika kelompok ini telah merencanakan aksi terorisme tersebut selama enam bulan. "Perencanaan mereka ini minimal udah enam bulan. Karena saudara W yang di RS itu juga diduga telah meninggalkan rumah sekitar 5-6 bulan," jelas Boy.
Sebelumnya, Boy juga mengakui jika kelompok teroris yang lebih dikenal dengan Thoriq cs tersebut memiliki sistem kerja yang sama dengan senior mereka Dr Azhari yang merupakan pelaku bom Bali beberapa tahun silam.
Namun, Thoriq cs diketahui merupakan kelompok baru meskipun sistem kerja mereka sama namun metode yang dimiliki masing-masing berbeda.
(ysw)