Toriq Cs siapkan 4 bom bunuh diri
Selasa, 11 September 2012 - 08:18 WIB
Toriq Cs siapkan 4 bom bunuh diri
A
A
A
Sindonews.com - Jaringan teroris Jakarta-Solo yang berhasil dibongkar ternyata sudah menyiapkan sejumlah sasaran dan pelaku bom bunuh diri atau pengantin yang akan melakukan peledakan. Hal ini terungkap berdasarkan pengakuan terduga teroris Muhammad Toriq yang menyerahkan diri ke polisi.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar mengungkapkan, ada empat titik yang menjadi target: Markas Detasemen Khusus (Densus) 88/Antiteror Polri; Markas Komando Brimob Polda Metro Jaya di Kwitang, Jakarta Pusat; Pos Polisi di Salemba, Jakarta Pusat; serta Komunitas Masyarakat Buddha di Jakarta.
Tempat yang terakhir disebut menjadi sasaran karena dianggap bertanggung jawab terhadap pembantaian umat muslim Rohingya di Myanmar. Aksi teror terhadap empat target tersebut akan dilakukan kemarin.
Toriq sendiri mengaku sudah menyiapkan diri sebagai salah satu pengantin. Namun rencana tersebut tidak terwujud karena jaringannya secara tidak sengaja terbongkar dan Toriq menyerahkan diri ke polisi. "Apa yang dilakukan Toriq adalah merencanakan aksi terorisme," kata Boy di Mabes Polri kemarin.
Seperti diketahui, Toriq, yang diduga sebagai pemilik rangkaian bahan bom di Tambora, Jakarta Barat, menyerahkan diri pada Minggu (9/9) lalu di Pos Polisi Jembatan lima, Tambora. Setelah Toriq menyerahkan diri, penyidik Polda Metro Jaya dan Densus 88 langsung memeriksanya.
Kepada polisi dia mengaku merindukan dan mengkhawatirkan kondisi keluarganya. Setelah ditemukannya rangkaian bom di Tambora, istri dan ibu bersangkutan diamankan polisi.
Dalam pemeriksaan terungkap bahwa surat wasiat yang ditemukan polisi di Yayasan Yatim Piatu Bidara, Beji, Depok, adalah tulisan tangan Toriq. Dalam surat itu dia meminta maaf kepada ibu, istri, dan anaknya, serta mengaku tengah mencari rida Allah SWT untuk masuk surga. Toriq ternyata salah seorang yang diketahui melarikan diri seusai terjadi ledakan di Beji, Depok, Sabtu 8 September 2012 lalu.
Diduga ada tiga orang yang melarikan diri sesaat setelah bom Beji meledak. Polisi belum mengungkap identitas orang yang melarikan diri selain Toriq. Polisi juga belum menjelaskan siapa korban sekaligus tersangka (Mr X) yang kini masih dirawat di RS Polri Kramatjati.
Untuk membongkar jaringan Jakarta-Solo, Densus 88/ Antiteror kemarin menangkap Arif, teman Toriq. Arif dijemput dari rumahnya di Desa Susukan RT 002/008, Bojong Gede, Bogor, pada pukul 09.00 WIB. Arif juga diketahui sebagai teman dari Anwar, terduga teroris lain.
Sehari-hari dia bekerja di sebuah toko aksesori motor dan mobil di Mangga Besar, Jakarta Pusat. Selain itu, Densus 88 kemarin menangkap empat orang terduga teroris di Ambon. Mereka adalah Sukri, Jimmy alias Zum, Baharuddin, dan Imran.
Dari penangkapan ini polisi menyita sebuah senjata api jenis MK3 dan SS1, sebuah granat dan pelontar, serta beberapa amunisi 10.000 butir siap pakai. Mereka diduga terkait dengan pelatihan di Poso, Sulawesi.
Ketua RW 008 Desa Susukan, Deni Iskandar, menuturkan, Arif kenal dengan Anwar di Depok sejak Maret 2012. Kepada Arif, Anwar meninta tolong untuk dicarikan kontrakan. Arif kemudian menunjukkan rumah kontrakan di dekat rumahnya yang berjarak sekitar dua lima meter.
"Mereka (bertiga) mengontrak sudah empat bulan. Namun, Arif sudah tidak ada komunikasi sejak dua bulan lalu, karena Anwar mengajak Arif untuk berjihad. Arif melihat gelagat aneh, makanya memutuskan untuk menghindarinya. Dia (Arif) sempat bekerja di yayasan yang meledak kemarin. Tapi cuma seminggu. Anwar sering menelepon Arif sampaisampai dia ganti nomor," tutur Deni.
Saat digeledah rumah kontrakan tersebut sudah tak berpenghuni. Ketiganya sudah berpamitan pindah ke tetangga sebelah pada Kamis 6 September 2012 dengan alasan jarak rumah terlalu jauh dengan tempat usaha.
Dalam penggeledahan itu polisi menemukan beberapa bahan peledak, di antaranya pipa paralon yang dipotong diisi bahan pembuat bom, kantong pembuat bom, besi untuk membuat laras dan peredam, masker, tujuh butir magasin kaliber 9 mm, timbangan, gelas tabung kimia, dan sarung senjata.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto mengatakan, ada kemiripan bahan peledak yang baru ditemukan di Bojong Gede dengan temuan bahan peledak di Tambora dan Depok.
Di Tambora, barang bukti yang ditemukan berupa belerang, arang, potasium, serbuk aluminium, paku 2 dus, paralon panjang 4 m, lakban, peralatan elektronik untuk switch, baterai 9 volt 4 buah, beberapa detonator, 5 potong paralon ukuran 25 cm berisi bahan peledak yang sudah dilakban tanpa power.
Di Beji ditemukan dua granat, satu granat manggis, satu granat asap; sepucuk senpi bareta berisi amunisi 17 butir peluru dan 2 pucuk senpi enggran masih dalam rangkaian, peluru 9 mm (50 butir ),22 mm (30butir), baterai 9 volt (5buah), switcher dalam rangkaian (6 buah), tool kit, gambar pejera, laras dan magasin (manual), black powder, potasium kl 7 kg dan 1 unit detonator elektrik, serta kabel serabut dan tunggal, serta paralon ukuran 11/4 inci 6 buah yang sudah terisi.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar mengungkapkan, ada empat titik yang menjadi target: Markas Detasemen Khusus (Densus) 88/Antiteror Polri; Markas Komando Brimob Polda Metro Jaya di Kwitang, Jakarta Pusat; Pos Polisi di Salemba, Jakarta Pusat; serta Komunitas Masyarakat Buddha di Jakarta.
Tempat yang terakhir disebut menjadi sasaran karena dianggap bertanggung jawab terhadap pembantaian umat muslim Rohingya di Myanmar. Aksi teror terhadap empat target tersebut akan dilakukan kemarin.
Toriq sendiri mengaku sudah menyiapkan diri sebagai salah satu pengantin. Namun rencana tersebut tidak terwujud karena jaringannya secara tidak sengaja terbongkar dan Toriq menyerahkan diri ke polisi. "Apa yang dilakukan Toriq adalah merencanakan aksi terorisme," kata Boy di Mabes Polri kemarin.
Seperti diketahui, Toriq, yang diduga sebagai pemilik rangkaian bahan bom di Tambora, Jakarta Barat, menyerahkan diri pada Minggu (9/9) lalu di Pos Polisi Jembatan lima, Tambora. Setelah Toriq menyerahkan diri, penyidik Polda Metro Jaya dan Densus 88 langsung memeriksanya.
Kepada polisi dia mengaku merindukan dan mengkhawatirkan kondisi keluarganya. Setelah ditemukannya rangkaian bom di Tambora, istri dan ibu bersangkutan diamankan polisi.
Dalam pemeriksaan terungkap bahwa surat wasiat yang ditemukan polisi di Yayasan Yatim Piatu Bidara, Beji, Depok, adalah tulisan tangan Toriq. Dalam surat itu dia meminta maaf kepada ibu, istri, dan anaknya, serta mengaku tengah mencari rida Allah SWT untuk masuk surga. Toriq ternyata salah seorang yang diketahui melarikan diri seusai terjadi ledakan di Beji, Depok, Sabtu 8 September 2012 lalu.
Diduga ada tiga orang yang melarikan diri sesaat setelah bom Beji meledak. Polisi belum mengungkap identitas orang yang melarikan diri selain Toriq. Polisi juga belum menjelaskan siapa korban sekaligus tersangka (Mr X) yang kini masih dirawat di RS Polri Kramatjati.
Untuk membongkar jaringan Jakarta-Solo, Densus 88/ Antiteror kemarin menangkap Arif, teman Toriq. Arif dijemput dari rumahnya di Desa Susukan RT 002/008, Bojong Gede, Bogor, pada pukul 09.00 WIB. Arif juga diketahui sebagai teman dari Anwar, terduga teroris lain.
Sehari-hari dia bekerja di sebuah toko aksesori motor dan mobil di Mangga Besar, Jakarta Pusat. Selain itu, Densus 88 kemarin menangkap empat orang terduga teroris di Ambon. Mereka adalah Sukri, Jimmy alias Zum, Baharuddin, dan Imran.
Dari penangkapan ini polisi menyita sebuah senjata api jenis MK3 dan SS1, sebuah granat dan pelontar, serta beberapa amunisi 10.000 butir siap pakai. Mereka diduga terkait dengan pelatihan di Poso, Sulawesi.
Ketua RW 008 Desa Susukan, Deni Iskandar, menuturkan, Arif kenal dengan Anwar di Depok sejak Maret 2012. Kepada Arif, Anwar meninta tolong untuk dicarikan kontrakan. Arif kemudian menunjukkan rumah kontrakan di dekat rumahnya yang berjarak sekitar dua lima meter.
"Mereka (bertiga) mengontrak sudah empat bulan. Namun, Arif sudah tidak ada komunikasi sejak dua bulan lalu, karena Anwar mengajak Arif untuk berjihad. Arif melihat gelagat aneh, makanya memutuskan untuk menghindarinya. Dia (Arif) sempat bekerja di yayasan yang meledak kemarin. Tapi cuma seminggu. Anwar sering menelepon Arif sampaisampai dia ganti nomor," tutur Deni.
Saat digeledah rumah kontrakan tersebut sudah tak berpenghuni. Ketiganya sudah berpamitan pindah ke tetangga sebelah pada Kamis 6 September 2012 dengan alasan jarak rumah terlalu jauh dengan tempat usaha.
Dalam penggeledahan itu polisi menemukan beberapa bahan peledak, di antaranya pipa paralon yang dipotong diisi bahan pembuat bom, kantong pembuat bom, besi untuk membuat laras dan peredam, masker, tujuh butir magasin kaliber 9 mm, timbangan, gelas tabung kimia, dan sarung senjata.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto mengatakan, ada kemiripan bahan peledak yang baru ditemukan di Bojong Gede dengan temuan bahan peledak di Tambora dan Depok.
Di Tambora, barang bukti yang ditemukan berupa belerang, arang, potasium, serbuk aluminium, paku 2 dus, paralon panjang 4 m, lakban, peralatan elektronik untuk switch, baterai 9 volt 4 buah, beberapa detonator, 5 potong paralon ukuran 25 cm berisi bahan peledak yang sudah dilakban tanpa power.
Di Beji ditemukan dua granat, satu granat manggis, satu granat asap; sepucuk senpi bareta berisi amunisi 17 butir peluru dan 2 pucuk senpi enggran masih dalam rangkaian, peluru 9 mm (50 butir ),22 mm (30butir), baterai 9 volt (5buah), switcher dalam rangkaian (6 buah), tool kit, gambar pejera, laras dan magasin (manual), black powder, potasium kl 7 kg dan 1 unit detonator elektrik, serta kabel serabut dan tunggal, serta paralon ukuran 11/4 inci 6 buah yang sudah terisi.
(san)