Anggota DPR tak setuju pengaturan jam sekolah
Selasa, 11 September 2012 - 07:19 WIB
Anggota DPR tak setuju pengaturan jam sekolah
A
A
A
Sindonews.com - Anggota Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Reni Marlinawati mengaku tidak setuju wacana pengaturan jam sekolah dan jam kerja di wilayah DKI Jakarta.
Menurutnya, semangatnya untuk mengurangi kemacetan di DKI Jakarta sangat bagus. Namun caranya tidak benar. Sebab anak sekolah dan orang kerja di DKI tidak terlalu signifikan menyumbang kemacetan.
"Tidak setuju kalau ada perubahan jam belajar bagi anak," tutur Reni kepada Sindonews, di Jakarta, Senin (10/9/2012).
Mengatasi kemacetan di Jakarta, lanjut Reni, tidak bisa hanya mengatur jam sekolah, apalagi pagi hari merupakan waktu yang tepat bagi para siswa untuk belajar.
"Mengatasai kemacetan bukan hanya mengatur jam belajar. Ini berkaitan dengan pisikologis anak, kalau pagi pikiran anak-anak lebih segar, kalau tambah siang semangatnya beda," terangnya.
Tidak disiplinnya para pengguna jalan dan menumpuknya kendaraan di Ibu Kota, menurut Reni, menjadi penyebab utama terjadinya kemacetan. Untuk itu yang harus dilakukan adalah menindak tegas para pelaku pelanggaran itu.
"Pembatasan kendaraan dan peningkatan pelayanan publik, bus kotanya harus diperbaiki, kalau layanannya baik saya bisa naik bus ke DPR," pungkasnya.
Menurutnya, semangatnya untuk mengurangi kemacetan di DKI Jakarta sangat bagus. Namun caranya tidak benar. Sebab anak sekolah dan orang kerja di DKI tidak terlalu signifikan menyumbang kemacetan.
"Tidak setuju kalau ada perubahan jam belajar bagi anak," tutur Reni kepada Sindonews, di Jakarta, Senin (10/9/2012).
Mengatasi kemacetan di Jakarta, lanjut Reni, tidak bisa hanya mengatur jam sekolah, apalagi pagi hari merupakan waktu yang tepat bagi para siswa untuk belajar.
"Mengatasai kemacetan bukan hanya mengatur jam belajar. Ini berkaitan dengan pisikologis anak, kalau pagi pikiran anak-anak lebih segar, kalau tambah siang semangatnya beda," terangnya.
Tidak disiplinnya para pengguna jalan dan menumpuknya kendaraan di Ibu Kota, menurut Reni, menjadi penyebab utama terjadinya kemacetan. Untuk itu yang harus dilakukan adalah menindak tegas para pelaku pelanggaran itu.
"Pembatasan kendaraan dan peningkatan pelayanan publik, bus kotanya harus diperbaiki, kalau layanannya baik saya bisa naik bus ke DPR," pungkasnya.
(san)