Kecolongan terus, intelijen polisi lemah
Selasa, 11 September 2012 - 07:02 WIB
Kecolongan terus, intelijen polisi lemah
A
A
A
Sindonews.com - Kembali meledaknya bom rakitan dan menimbulkan korban makin meresahkan masyarakat. Aparat kepolisian kembali kecolongan, karena lemahnya intelijen dalam melakukan deteksi dini aksi terorisme.
Pengamat kepolisian Bambang Widodo Umar mengatakan, jika benar klaim Badan Intelijen Negara (BIN) yang telah lama mencium gerakan terorisme di Depok, mengapa ledakan itu tetap terjadi? Harusnya setiap gerakan kelompok teroris dipantau, sebelum jatuh korban.
"Saya melihat kecolongan terus, artinya deteksi intelejen kepolisian masih lemah," ujar Bambang saat dihubungi, di Jakarta, Senin (10/9/2012).
Pihak intelijen, sambung Bambang, harus bisa memanfaatkan kelengahan teroris agar bisa menangkapnya hidup-hidup dan mengetahui motif dan jaringannya.
"Kalau intelejen deteksi dini kuat, pelaku yang sudah ketahuan bisa diikuti, lebih baik tangkap hidup-hidup" kata dia.
Seperti diketahui, bom rakitan berkekuatan sedang meledak di Yayasan Yatim Piatu Pondok Bidara, Jalan Nusantara, RT 004/013, Beji, Depok, pada Sabtu 8 September sekira pukul 21.30 WIB.
Dua orang warga mengalami luka ringan, dan dua orang lainnya dikabarkan mengalami luka berat. Bahkan satu orang dikabarkan tewas. Hingga kini, kabar korban tewas masih belum mendapat keterangan resmi dari pihak kepolisian.
Pengamat kepolisian Bambang Widodo Umar mengatakan, jika benar klaim Badan Intelijen Negara (BIN) yang telah lama mencium gerakan terorisme di Depok, mengapa ledakan itu tetap terjadi? Harusnya setiap gerakan kelompok teroris dipantau, sebelum jatuh korban.
"Saya melihat kecolongan terus, artinya deteksi intelejen kepolisian masih lemah," ujar Bambang saat dihubungi, di Jakarta, Senin (10/9/2012).
Pihak intelijen, sambung Bambang, harus bisa memanfaatkan kelengahan teroris agar bisa menangkapnya hidup-hidup dan mengetahui motif dan jaringannya.
"Kalau intelejen deteksi dini kuat, pelaku yang sudah ketahuan bisa diikuti, lebih baik tangkap hidup-hidup" kata dia.
Seperti diketahui, bom rakitan berkekuatan sedang meledak di Yayasan Yatim Piatu Pondok Bidara, Jalan Nusantara, RT 004/013, Beji, Depok, pada Sabtu 8 September sekira pukul 21.30 WIB.
Dua orang warga mengalami luka ringan, dan dua orang lainnya dikabarkan mengalami luka berat. Bahkan satu orang dikabarkan tewas. Hingga kini, kabar korban tewas masih belum mendapat keterangan resmi dari pihak kepolisian.
(san)