BPPT tangani jawaban CPNS
Senin, 10 September 2012 - 06:51 WIB
BPPT tangani jawaban CPNS
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah akan memperketat proses seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS). Salah satu langkah pengetatan adalah pemindaian lembar jawaban tes dilakukan oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan dan RB) Azwar Abubakar mengatakan,setelah selesai ujian, panitia mengumpulkan lembar jawaban dan dimasukkan ke kotak bersegel.
Dengan pengawalan ketat, kotak bersegel tersebut dibawa ke BPPT. Saat proses pemindaian, ruangan harus steril, hanya petugas resmi yang diizinkan masuk. Hasil ujian tersebut akan diserahkan ke pejabat pembina kepegawaian (PPK) masing-masing instansi untuk diumumkan dan tembusan ke menteri serta Badan Kepegawaian Negara (BKN).
“Pola penerimaan seperti ini berguna untuk mencegah terjadinya masuk angin seperti yang dulu sering terjadi di sejumlah daerah,” tandas Azwar di Jakarta kemarin.
Meski lembar jawaban sudah dikirim ke BPPT, menteri belum dapat menjelaskan kapan pengumuman berlangsung. Namun, dia menjanjikan tidak akan memakan waktu lama. Mantan Plt Gubernur Aceh ini meminta satu hal yang harus diperhatikan setelah selesai tes yakni semua soal harus dimusnahkan dan dibakar serta disaksikan oleh tim pemantau.
Menteri menjamin, dengan metode ini, penyelenggaraan tes CPNS tahun ini dapat berjalan lancar dan sistem penyelenggaraan pun bebas dari korupsi kolusi dan nepotisme (KKN).
Pengetatan juga dilakukan saat pembuatan materi soal. Soal tes CPNS akan dibuat oleh konsorsium 10 perguruan tinggi negeri (PTN) yang direkomendasikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).
Instansi penyelenggara tes, lanjutnya, juga hanya menerima master soal yang hanya bisa dibuka Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg). Setelah dibuka bersama, master soal kemudian diserahkan ke percetakan untuk penggandaan yang dikawal oleh polisi baik yang berpakaian dinas maupun pakaian sipil.
Tidak berhenti di situ,pelaksanaan rekrutmen ini juga diawasi Indonesia Corruption Watch (ICW) dan Ombudsman RI. Untuk pengaduan,masyarakat bisa langsung melayangkan keluhan ke Kemenpan dan RB melalui e-mail pengaduan.cpns @menpan.go.id.
“Kalau ada yang melakukan kecurangan akan dipecat dengan segera,” tandasnya.
Azwar berharap, dengan metode tes yang adil ini,ke depan anak-anak Indonesia juga mau belajar untuk tidak menggantungkan kesempatan pada koneksi pejabat yang dulu bisa dibayar untuk meloloskan menjadi CPNS.
Azwar juga mengingatkan bahwa lapangan kerja bukan hanya PNS sebab setiap tahun kurang dari 100.000 orang yang bisa menjadi PNS. Hanya satu orang dari 30 pencari kerja yang bisa menjadi PNS.
Wakil Ketua Komisi II DPR Abdul Hakam Naja mengapresiasi pelaksanaan tes CPNS tahun ini.Pemerintah sudah memakai sistem elektronik dalam ujiannya.
Hal ini penting karena untuk meminimalisasi kontak antara CPNS dan pejabat yang berwenang. Dia berharap penerimaan CPNS tahun ini dapat menjadi pilot project untuk penerimaan aparatur negara selepas masa moratorium tahun depan.
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan dan RB) Azwar Abubakar mengatakan,setelah selesai ujian, panitia mengumpulkan lembar jawaban dan dimasukkan ke kotak bersegel.
Dengan pengawalan ketat, kotak bersegel tersebut dibawa ke BPPT. Saat proses pemindaian, ruangan harus steril, hanya petugas resmi yang diizinkan masuk. Hasil ujian tersebut akan diserahkan ke pejabat pembina kepegawaian (PPK) masing-masing instansi untuk diumumkan dan tembusan ke menteri serta Badan Kepegawaian Negara (BKN).
“Pola penerimaan seperti ini berguna untuk mencegah terjadinya masuk angin seperti yang dulu sering terjadi di sejumlah daerah,” tandas Azwar di Jakarta kemarin.
Meski lembar jawaban sudah dikirim ke BPPT, menteri belum dapat menjelaskan kapan pengumuman berlangsung. Namun, dia menjanjikan tidak akan memakan waktu lama. Mantan Plt Gubernur Aceh ini meminta satu hal yang harus diperhatikan setelah selesai tes yakni semua soal harus dimusnahkan dan dibakar serta disaksikan oleh tim pemantau.
Menteri menjamin, dengan metode ini, penyelenggaraan tes CPNS tahun ini dapat berjalan lancar dan sistem penyelenggaraan pun bebas dari korupsi kolusi dan nepotisme (KKN).
Pengetatan juga dilakukan saat pembuatan materi soal. Soal tes CPNS akan dibuat oleh konsorsium 10 perguruan tinggi negeri (PTN) yang direkomendasikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).
Instansi penyelenggara tes, lanjutnya, juga hanya menerima master soal yang hanya bisa dibuka Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg). Setelah dibuka bersama, master soal kemudian diserahkan ke percetakan untuk penggandaan yang dikawal oleh polisi baik yang berpakaian dinas maupun pakaian sipil.
Tidak berhenti di situ,pelaksanaan rekrutmen ini juga diawasi Indonesia Corruption Watch (ICW) dan Ombudsman RI. Untuk pengaduan,masyarakat bisa langsung melayangkan keluhan ke Kemenpan dan RB melalui e-mail pengaduan.cpns @menpan.go.id.
“Kalau ada yang melakukan kecurangan akan dipecat dengan segera,” tandasnya.
Azwar berharap, dengan metode tes yang adil ini,ke depan anak-anak Indonesia juga mau belajar untuk tidak menggantungkan kesempatan pada koneksi pejabat yang dulu bisa dibayar untuk meloloskan menjadi CPNS.
Azwar juga mengingatkan bahwa lapangan kerja bukan hanya PNS sebab setiap tahun kurang dari 100.000 orang yang bisa menjadi PNS. Hanya satu orang dari 30 pencari kerja yang bisa menjadi PNS.
Wakil Ketua Komisi II DPR Abdul Hakam Naja mengapresiasi pelaksanaan tes CPNS tahun ini.Pemerintah sudah memakai sistem elektronik dalam ujiannya.
Hal ini penting karena untuk meminimalisasi kontak antara CPNS dan pejabat yang berwenang. Dia berharap penerimaan CPNS tahun ini dapat menjadi pilot project untuk penerimaan aparatur negara selepas masa moratorium tahun depan.
(lns)