Parpol tengah perlu lebih eksis
Senin, 10 September 2012 - 06:33 WIB
Parpol tengah perlu lebih eksis
A
A
A
Sindonews.com - Partai politik (parpol) berbasis massa Islam dalam koalisi pendukung pemerintah cenderung selalu berada di bawah bayang-bayang dua parpol besar, yakni Partai Golkar dan Partai Demokrat.
Menurut Direktur Lingkar Madani untuk Indonesia (LiMa) Ray Rangkuti, dinamika ini adalah musibah besar bagi empat parpol Islam dalam koalisi.
“Mereka seolah tenggelam dalam setiap isu krusial negara,” ujar Ray di Jakarta kemarin.
Menurut dia, parpol-parpol seperti Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memang harus solid dan merancang koalisi bersama agar bisa keluar dari bayang-bayang Golkar dan Demokrat di koalisi.
Sementara itu, Ketua DPP PPP Reni Marlinawati Amin mengatakan, parpol berbasis massa Islam baik yang di parlemen maupun di luar parlemen harus bersatu membentuk suatu koalisi baru untuk memenangi pemilu legislatif maupun pemilihan presiden (pilpres).
Dia mengatakan, parpol berbasis Islam saat ini memang sulit untuk berkoalisi karena sudah terkontaminasi ideologi nasionalis dan lainnya. Hal itu yang menyebabkan parpol Islam sulit disatukan dalam sebuah komitmen.
Menurut Direktur Lingkar Madani untuk Indonesia (LiMa) Ray Rangkuti, dinamika ini adalah musibah besar bagi empat parpol Islam dalam koalisi.
“Mereka seolah tenggelam dalam setiap isu krusial negara,” ujar Ray di Jakarta kemarin.
Menurut dia, parpol-parpol seperti Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memang harus solid dan merancang koalisi bersama agar bisa keluar dari bayang-bayang Golkar dan Demokrat di koalisi.
Sementara itu, Ketua DPP PPP Reni Marlinawati Amin mengatakan, parpol berbasis massa Islam baik yang di parlemen maupun di luar parlemen harus bersatu membentuk suatu koalisi baru untuk memenangi pemilu legislatif maupun pemilihan presiden (pilpres).
Dia mengatakan, parpol berbasis Islam saat ini memang sulit untuk berkoalisi karena sudah terkontaminasi ideologi nasionalis dan lainnya. Hal itu yang menyebabkan parpol Islam sulit disatukan dalam sebuah komitmen.
(lns)