Demokrat tak ambil pusing kader mundur
Jum'at, 07 September 2012 - 17:00 WIB
Demokrat tak ambil pusing kader mundur
A
A
A
Sindonews.com - Aksi pengembalian ratusan kartu tanda anggota (KTA) dari kader di Yogyakarta disikapi santai oleh petinggi Partai Demokrat. Aksi itu diyakini tak akan mengganggu proses verifikasi di Komisi pemilihan umum (KPU).
"Enggak mengganggu verifikasi, KTA baru dari kader baru juga banyak," tegas Wakil Sekjen Partai Demokrat Ramadhan Pohan di DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (7/9/2012).
Selain itu, Ramadhan juga yakin proses konsolidasi partai juga tak akan terganggu dengan aksi tersebut.
Sejauh ini, pihaknya tak terlalu ambil pusing dengan aksi itu. Bahkan Partai Demokrat juga tak mengetahui apa yang akan dilakukan kader yang sudah mengembalikan KTA itu.
"Kami tidak tahu, kami tidak mendeteksi mereka mengembalikan KTA, ya sampai di situ saja kami memahaminya. Mau eksodus ke partai mana, kami tidak tahu," ujar anggota Komisi I DPR RI ini.
Menurut Ramadhan, setiap orang berhak memutuskan dan menentukan pilihan politiknya, maka itu Partai Demokrat sangat menghormati pilihan ratusan kader yang sudah mengembalikan KTA. "Mereka punya pilihan politik ya kita hormati," pungkasnya.
"Enggak mengganggu verifikasi, KTA baru dari kader baru juga banyak," tegas Wakil Sekjen Partai Demokrat Ramadhan Pohan di DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (7/9/2012).
Selain itu, Ramadhan juga yakin proses konsolidasi partai juga tak akan terganggu dengan aksi tersebut.
Sejauh ini, pihaknya tak terlalu ambil pusing dengan aksi itu. Bahkan Partai Demokrat juga tak mengetahui apa yang akan dilakukan kader yang sudah mengembalikan KTA itu.
"Kami tidak tahu, kami tidak mendeteksi mereka mengembalikan KTA, ya sampai di situ saja kami memahaminya. Mau eksodus ke partai mana, kami tidak tahu," ujar anggota Komisi I DPR RI ini.
Menurut Ramadhan, setiap orang berhak memutuskan dan menentukan pilihan politiknya, maka itu Partai Demokrat sangat menghormati pilihan ratusan kader yang sudah mengembalikan KTA. "Mereka punya pilihan politik ya kita hormati," pungkasnya.
(lns)