BNPT: Jangan sampai kalah dengan teroris
Jum'at, 07 September 2012 - 04:07 WIB
BNPT: Jangan sampai kalah dengan teroris
A
A
A
Sindonews.com - Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang menjadi incaran para teroris belum diketahui apa motifnya, namun, DPR harus tetap dalam penjagaan ketat.
Ketua Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) Arsyad Mbai menyatakan, jangan sampai para pelaku teror berhasil menyerang Gedung DPR, pasalnya gedung aspirasi rakyat ini harus benar-benar dilindungi. oleh sebab itu, dia memberi tahu info gedung DPR yang menjadi target teroris.
"Saya kira itu yang terbaik (beritahu duluan) jangan sampai kita belum beritahu salah besar, ini kedaulatan negara yang paling top. Kalau ini (Gedung DPR) yang diserang teroris, maka kita sudah kalah dengan teroris," ujar Arsyad di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (6/9/2012).
Rencana teroris ingin ngebom gedung DPR itu dilontarkan oleh Arsyad. Namun, hal itu sudah dipikirkan sejak tertangkapnya teroris bernama Muji yang ditangkap di Poso, Sulawesi Tengah, beberapa bulan lalu.
Dia membantah, jika perkataannya itu membuat khawatir masyarakat. Justru, tambahnya, itu sebagai informasi yang harus diperhatikan. "Itu memang saya pikirkan sejak awal, pasti dituduh bikin panik," kata dia.
Para pelaku teror yang sering beraksi belakangan ini bisa dibilang termasuk jaringan baru. Menurutnya, kalau pelaku teror secara personal bukan atas nama aliran tertentu sangat sulit untuk diberantas.
"Mau dibilang baru boleh kalau lama juga rumit itu pertaliannya. Kalau dulu utamanya bom kalau ini senjata begitu, personal justru paling sulit diatasi," katanya.
Secara ideologi, antara jaringan teroris lama dan yang baru terungkap ahkir-akhir ini memang sama. "Ya kalau ideologi memang sama," pungkasnya.
Sebelumnya, Gedung DPR/MPR Jakarta ternyata menjadi incaran aksi terorisme. Kapan dan apa motif teror terhadap gedung wakil rakyat itu belum diketahui, tetapi pelaku terorisme yang merupakan jaringan kelompok teroris Solo sudah melakukan survei dan pemetaan.
Rencana teroris tersebut diungkapkan Kepala BNPT Ansyaad Mbai. Menurut dia, rencana tersebut terungkap dari pemeriksaan tersangka teroris bernama Muji yang ditangkap di Poso, Sulawesi Tengah, beberapa bulan lalu.
Adapun peta yang dibuat kelompok teroris kini sudah diamankan Densus 88 Antiteror Mabes Polri.
Menurut dia, kelompok Solo memiliki keterkaitan dengan tersangka teroris hacker yang ditangkap di Bandung dan Medan. Kelompok hacker ini mengalirkan dana kepada kelompok Poso untuk menjalankan pelatihan teroris di kota tersebut.
Ketua Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) Arsyad Mbai menyatakan, jangan sampai para pelaku teror berhasil menyerang Gedung DPR, pasalnya gedung aspirasi rakyat ini harus benar-benar dilindungi. oleh sebab itu, dia memberi tahu info gedung DPR yang menjadi target teroris.
"Saya kira itu yang terbaik (beritahu duluan) jangan sampai kita belum beritahu salah besar, ini kedaulatan negara yang paling top. Kalau ini (Gedung DPR) yang diserang teroris, maka kita sudah kalah dengan teroris," ujar Arsyad di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (6/9/2012).
Rencana teroris ingin ngebom gedung DPR itu dilontarkan oleh Arsyad. Namun, hal itu sudah dipikirkan sejak tertangkapnya teroris bernama Muji yang ditangkap di Poso, Sulawesi Tengah, beberapa bulan lalu.
Dia membantah, jika perkataannya itu membuat khawatir masyarakat. Justru, tambahnya, itu sebagai informasi yang harus diperhatikan. "Itu memang saya pikirkan sejak awal, pasti dituduh bikin panik," kata dia.
Para pelaku teror yang sering beraksi belakangan ini bisa dibilang termasuk jaringan baru. Menurutnya, kalau pelaku teror secara personal bukan atas nama aliran tertentu sangat sulit untuk diberantas.
"Mau dibilang baru boleh kalau lama juga rumit itu pertaliannya. Kalau dulu utamanya bom kalau ini senjata begitu, personal justru paling sulit diatasi," katanya.
Secara ideologi, antara jaringan teroris lama dan yang baru terungkap ahkir-akhir ini memang sama. "Ya kalau ideologi memang sama," pungkasnya.
Sebelumnya, Gedung DPR/MPR Jakarta ternyata menjadi incaran aksi terorisme. Kapan dan apa motif teror terhadap gedung wakil rakyat itu belum diketahui, tetapi pelaku terorisme yang merupakan jaringan kelompok teroris Solo sudah melakukan survei dan pemetaan.
Rencana teroris tersebut diungkapkan Kepala BNPT Ansyaad Mbai. Menurut dia, rencana tersebut terungkap dari pemeriksaan tersangka teroris bernama Muji yang ditangkap di Poso, Sulawesi Tengah, beberapa bulan lalu.
Adapun peta yang dibuat kelompok teroris kini sudah diamankan Densus 88 Antiteror Mabes Polri.
Menurut dia, kelompok Solo memiliki keterkaitan dengan tersangka teroris hacker yang ditangkap di Bandung dan Medan. Kelompok hacker ini mengalirkan dana kepada kelompok Poso untuk menjalankan pelatihan teroris di kota tersebut.
(mhd)