Giliran PPP, besok daftar ke KPU
Rabu, 05 September 2012 - 20:04 WIB
Giliran PPP, besok daftar ke KPU
A
A
A
Sindonews.com - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) akan mendatangi Komisi Pemilihan Umum
(KPU). Tujuannya untuk menyerahkan sejumlah dokumen persyaratan untuk menjadi partai politik (parpol) peserta Pemilu 2014.
Ketua Umum PPP Suryadharma Ali mengatakan, pendaftaran ke KPU akan dilakukan besok siang
Kamis 6 September 2012. Bahkan, ditegaskan oleh Menteri Agama (Menag) ini, partainya sudah memenuhi kelengkapan persyaratan yang ditentukan.
"Besok PPP akan daftar jam 14.00 WIB, persiapannya oke," kata Suryadharma di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (5/9/2012).
Namun diakuinya, keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mewajibkan semua parpol harus verifikasi ulang, ternyata cukup merepotkan. "Ya merepotkan, tapi dilaksanakan, walaupun ini sebagai sebuah kesalahan sejarah," tukasnya.
Dia menambahkan, meski MK sebagai lembaga negara yang memiliki keputusan bersifat tetap dan mengikat, bukan berarti tak luput dari kesalahan. Sebab, para aparaturnya juga manusia biasa.
"MK kan absolut. Lah yang mengisinya kan bukan orang yang absolut. Kalau MK secara kelembagaan kan absolut. Tapi kan manusianya apa tidak luput dari kesalahan," pungkasnya.
(KPU). Tujuannya untuk menyerahkan sejumlah dokumen persyaratan untuk menjadi partai politik (parpol) peserta Pemilu 2014.
Ketua Umum PPP Suryadharma Ali mengatakan, pendaftaran ke KPU akan dilakukan besok siang
Kamis 6 September 2012. Bahkan, ditegaskan oleh Menteri Agama (Menag) ini, partainya sudah memenuhi kelengkapan persyaratan yang ditentukan.
"Besok PPP akan daftar jam 14.00 WIB, persiapannya oke," kata Suryadharma di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (5/9/2012).
Namun diakuinya, keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mewajibkan semua parpol harus verifikasi ulang, ternyata cukup merepotkan. "Ya merepotkan, tapi dilaksanakan, walaupun ini sebagai sebuah kesalahan sejarah," tukasnya.
Dia menambahkan, meski MK sebagai lembaga negara yang memiliki keputusan bersifat tetap dan mengikat, bukan berarti tak luput dari kesalahan. Sebab, para aparaturnya juga manusia biasa.
"MK kan absolut. Lah yang mengisinya kan bukan orang yang absolut. Kalau MK secara kelembagaan kan absolut. Tapi kan manusianya apa tidak luput dari kesalahan," pungkasnya.
(kur)