Menag: Relokasi tergantung warga
Rabu, 05 September 2012 - 16:23 WIB
Menag: Relokasi tergantung warga
A
A
A
Sindonews.com - Terkait rencana relokasi warga Syiah dari sampang Madura, Menteri Agama (Menag)Suryadharma Ali menyatakan, semua tergantung dari warga sendiri. Jangan sampai ada kesalahpahaman kalau pemerintah yang ingin melakukan relokasi
"Prinsip dasarnya adalah pilihan mereka," ujarnya di Gedung DPR RI, Rabu (5/9/2012).
Saat berkunjung ke Sampang, Suryadharma mengaku menemui Umah (Ibunda Tajul muluk dan Rois) mengenai keinginan mereka paska bentrokan tersebut.
"Saya tanya, apakah ibu sendirian (yang mau pindah), enggak saya sama yang lain. Informasi ini saya sampaikan kepada gubernur," terang pria yang akrab disapa SDA itu.
Menurutnya, saat ini, permintaan tersebut masih dicermati oleh Gubernur Jawa Timur, Soekarwo. Suryadharma Sendiri memasrahkan kepawa warga Syiah untuk tetap di sana atau memilih relokasi.
Disamping rencana relokasi, Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini juga mendesak agar petugaas keamanan segera memulihkan keamanan di Sampang, Jawa Timur secepatnya.
"Yang paling utama saat ini mengembalikan rasa aman bagi para pengungsi (warga Syiah)," tuturnya.
"Prinsip dasarnya adalah pilihan mereka," ujarnya di Gedung DPR RI, Rabu (5/9/2012).
Saat berkunjung ke Sampang, Suryadharma mengaku menemui Umah (Ibunda Tajul muluk dan Rois) mengenai keinginan mereka paska bentrokan tersebut.
"Saya tanya, apakah ibu sendirian (yang mau pindah), enggak saya sama yang lain. Informasi ini saya sampaikan kepada gubernur," terang pria yang akrab disapa SDA itu.
Menurutnya, saat ini, permintaan tersebut masih dicermati oleh Gubernur Jawa Timur, Soekarwo. Suryadharma Sendiri memasrahkan kepawa warga Syiah untuk tetap di sana atau memilih relokasi.
Disamping rencana relokasi, Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini juga mendesak agar petugaas keamanan segera memulihkan keamanan di Sampang, Jawa Timur secepatnya.
"Yang paling utama saat ini mengembalikan rasa aman bagi para pengungsi (warga Syiah)," tuturnya.
(ysw)