Video amatir penangkapan Firman dihapus Densus
Rabu, 05 September 2012 - 15:12 WIB
Video amatir penangkapan Firman dihapus Densus
A
A
A
Sindonews.com - Saat penangkapan Firman di Depok, salah seorang warga coba mengabadikan momen tersebut dengan kamera ponselnya. Sayangnya aksi itu diketahui salah seorang anggota Densus 88 Antiteror Mabes Polri dan langsung menghapusnya.
Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri menangkap terduga teroris bernama Firman di Perumahan Taman Anyelir 2 Blok E1/1, Kalimulya, Cilodong, Depok. Firman diduga terlibat dalam jaringan teroris di Solo, Jawa Tengah.
Saat penggerebekan, Tim Densus 88 naik ke lantai dua rumah warga bernama Yazid Hisbullah yang juga sekretaris RW setempat. sebelumnya, sekira pukul 05.30 WIB pagi tadi, empat anggota tim Densus sempat mengetuk rumah.
"Mereka meminta izin untuk naik ke lantai dua untuk mengepung terduga Firman, dengan senjata laras panjang," katanya.
Melihat aksi Densus, Yazid mengambil ponselnya dan mencoba mengabadikan momen penting dan menegangkan itu dengan merekamnya. Namun tim Densus yang curiga langsung mengambil ponsel dan menghapus videonya.
"Momen itu menegangkan dan saya rekam, tapi langsung saya ditanya lagi ngapain, ponsel saya dipinjam lalu langsung dihapus, hilang videonya sekarang, tapi ya sudahlah," katanya kepada wartawan, Rabu (05/09/12).
Semula, Yazid hanya melongok ke luar pintu namun akhirnya rumahnya didatangi tim densus. Namun Yazid memastikan tim densus datang secara baik-baik dengan menunjukkan kartu identitas.
"Enggak kasar kok, langsung minta izin masuk ke rumah saya, langsung ke lantai dua, istri saya langsung ketakutan, karena kedengaran letusan senjata berkali - kali," tutupnya.
Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri menangkap terduga teroris bernama Firman di Perumahan Taman Anyelir 2 Blok E1/1, Kalimulya, Cilodong, Depok. Firman diduga terlibat dalam jaringan teroris di Solo, Jawa Tengah.
Saat penggerebekan, Tim Densus 88 naik ke lantai dua rumah warga bernama Yazid Hisbullah yang juga sekretaris RW setempat. sebelumnya, sekira pukul 05.30 WIB pagi tadi, empat anggota tim Densus sempat mengetuk rumah.
"Mereka meminta izin untuk naik ke lantai dua untuk mengepung terduga Firman, dengan senjata laras panjang," katanya.
Melihat aksi Densus, Yazid mengambil ponselnya dan mencoba mengabadikan momen penting dan menegangkan itu dengan merekamnya. Namun tim Densus yang curiga langsung mengambil ponsel dan menghapus videonya.
"Momen itu menegangkan dan saya rekam, tapi langsung saya ditanya lagi ngapain, ponsel saya dipinjam lalu langsung dihapus, hilang videonya sekarang, tapi ya sudahlah," katanya kepada wartawan, Rabu (05/09/12).
Semula, Yazid hanya melongok ke luar pintu namun akhirnya rumahnya didatangi tim densus. Namun Yazid memastikan tim densus datang secara baik-baik dengan menunjukkan kartu identitas.
"Enggak kasar kok, langsung minta izin masuk ke rumah saya, langsung ke lantai dua, istri saya langsung ketakutan, karena kedengaran letusan senjata berkali - kali," tutupnya.
(ysw)