Pasca penggerebekan, bibi Firman syok
Rabu, 05 September 2012 - 13:53 WIB
Pasca penggerebekan, bibi Firman syok
A
A
A
Sindonews.com - Ipong, bibi Firman terduga teroris yang ditangkap di Depok langsung syok begitu mengetahui keponakannya ditangkap tim Densus 88. Usai penggerebekan, Ipong dibawa ke Puskemas untuk mendapatkan perawatan medis.
Firman, terduga teroris yang dibekuk di Perumahan Taman Anyelir Blok E1/1, Kalimulya, Cilodong, Depok, diduga jaringan Solo, Jawa Tengah. Ia ditangkap di Depok setelah baru saja menginap satu malam di rumah pamannya, Nasuha dan bibinya, Ipong.
Saat Firman ditangkap pukul 05.00 WIB pagi tadi, keluarga Nasuha beserta istri dan ketiga anaknya berada di rumah menyaksikan penggerebekan. Hal itu membuat bibi Firman, Ipong, histeris dan syok.
Kepala Keamanan Perumahan Mursyid mengatakan, saat penggerebekan warga memang diungsikan sebelumnya dengan jarak radius 50 meter. Namun Nasuha dan Ipong memang menyaksikan langsung.
"Karena melihat langsung, ibu Ipong tak henti-hentinya menangis histeris, kaget tak menyangka keponakannya ditangkap tim densus," katanya kepada wartawan, Rabu (05/09/12).
Menurut tetangga Ipong, yang juga Sekretaris RW setempat, Yazid Hisbullah, bibi Firman, Ipong, tentu saja terkejut lantaran sejak kecil Firman diasuh oleh Ipong.
Saat ini Ipong sudah ditangani oleh puskesmas dan Dinas Kesehatan setempat. "Bibinya sudah dibawa ke rumah sakit, karena pingsan terus, sudah diberi oksigen juga tadi, jadi masih syok," tandasnya.
Firman, terduga teroris yang dibekuk di Perumahan Taman Anyelir Blok E1/1, Kalimulya, Cilodong, Depok, diduga jaringan Solo, Jawa Tengah. Ia ditangkap di Depok setelah baru saja menginap satu malam di rumah pamannya, Nasuha dan bibinya, Ipong.
Saat Firman ditangkap pukul 05.00 WIB pagi tadi, keluarga Nasuha beserta istri dan ketiga anaknya berada di rumah menyaksikan penggerebekan. Hal itu membuat bibi Firman, Ipong, histeris dan syok.
Kepala Keamanan Perumahan Mursyid mengatakan, saat penggerebekan warga memang diungsikan sebelumnya dengan jarak radius 50 meter. Namun Nasuha dan Ipong memang menyaksikan langsung.
"Karena melihat langsung, ibu Ipong tak henti-hentinya menangis histeris, kaget tak menyangka keponakannya ditangkap tim densus," katanya kepada wartawan, Rabu (05/09/12).
Menurut tetangga Ipong, yang juga Sekretaris RW setempat, Yazid Hisbullah, bibi Firman, Ipong, tentu saja terkejut lantaran sejak kecil Firman diasuh oleh Ipong.
Saat ini Ipong sudah ditangani oleh puskesmas dan Dinas Kesehatan setempat. "Bibinya sudah dibawa ke rumah sakit, karena pingsan terus, sudah diberi oksigen juga tadi, jadi masih syok," tandasnya.
(ysw)