Tim Densus sempat beri tembakan peringatan
Rabu, 05 September 2012 - 13:24 WIB
Tim Densus sempat beri tembakan peringatan
A
A
A
Sindonews.com - Saat menggerebek rumah di Perumahan Taman Anyelir Kalimulya, Cilodong, Depok, ternyata tim Densus 88 malah menyasar rumah pertama di Blok F2/9 yang dalam keadaan kosong tak berpenghuni. Di rumah ini, tim Densus sempat meletuskan tembakan sebanyak empat kali.
Kapolres Depok Kombes Pol Mulyadi Kaharni mengatakan, pihaknya sudah mensterilkan lokasi sejak semalam. Kepala Keamanan Perumahan Mursyid mengatakan tak hanya mengobrak-abrik rumah pertama, tim Densus juga meletuskan tembakan peringatan.
"Digedor dan dirusak dan keluarkan empat kali letusan senjata, dikira pelakunya ada di F1/1 tampaknya mencurigakan, ternyata salah sasaran. Memang sekitar sini ada, kebetulan persis ada di depannya. Kosong lokasinya di rumah pertama," katanya kepada wartawan di lokasi, Rabu (05/09/12).
Selanjutnya tim Densus bergerak pindah ke blok E1/1. Di lokasi tersebut tak terjadi perlawanan maupun baku tembak.
"Jarak 50 meter warga disterilkan, di E1 tidak keluar penembakan. Itu dari jarak jauh 50 meter. Saat ditangkap dikawal ketat," paparnya.
Terduga teroris, Firman diduga merupakan jaringan Solo, Jawa Tengah. Firman datang ke Depok, untuk menginap di rumah pamannya yang bernama Nasuha.
Kapolres Depok Kombes Pol Mulyadi Kaharni mengatakan, pihaknya sudah mensterilkan lokasi sejak semalam. Kepala Keamanan Perumahan Mursyid mengatakan tak hanya mengobrak-abrik rumah pertama, tim Densus juga meletuskan tembakan peringatan.
"Digedor dan dirusak dan keluarkan empat kali letusan senjata, dikira pelakunya ada di F1/1 tampaknya mencurigakan, ternyata salah sasaran. Memang sekitar sini ada, kebetulan persis ada di depannya. Kosong lokasinya di rumah pertama," katanya kepada wartawan di lokasi, Rabu (05/09/12).
Selanjutnya tim Densus bergerak pindah ke blok E1/1. Di lokasi tersebut tak terjadi perlawanan maupun baku tembak.
"Jarak 50 meter warga disterilkan, di E1 tidak keluar penembakan. Itu dari jarak jauh 50 meter. Saat ditangkap dikawal ketat," paparnya.
Terduga teroris, Firman diduga merupakan jaringan Solo, Jawa Tengah. Firman datang ke Depok, untuk menginap di rumah pamannya yang bernama Nasuha.
(ysw)