DPR minta intelijen berkoordinasi lawan teroris
Rabu, 05 September 2012 - 12:37 WIB
DPR minta intelijen berkoordinasi lawan teroris
A
A
A
Sindonews.com - Anggota Dewan Pimpinan Rakyat (DPR) mengapresiasi penangkapan Firman, terduga teroris yang melakukan sejumlah aksi teror di Solo Jawa Tengah.
"Kalau ini sudah hasil intelijen yang kuat, memang kita berharap polisi meningkatkan soal-soal jaringan teroris ini," ujar anggota Komisi III Martin Hutabarat, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (5/9/2012).
Politikus Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) ini mengatakan, dalam rangka memberantas terorisme yang semakin meluas di Indonesia, pihak intelijen harus terus melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian, jangan sendiri-sendiri.
"Kalau saya lihat jaringan teroris itu memiliki sel-sel," kata dia.
Peran intelijen sangat dibutuhkan dalam mengungkap jaringan teroris. Martin berharap, intelijen bisa memberikan info sehingga para pelaku teror ditangkap sebelum beraksi.
"Kunci pemberantasan teroris pada jaringan intelijen. Jauh lebih baik sebelum dia meneror, diciduk dulu," tandasnya.
Sebelumnya, Firman yang ditangkap di rumah pamannya yang bernama Nasuha, di Perumahan Taman Anyelir, Depok, Blok E1/1, sekira pukul 05.30 WIB.
Firman datang ke rumah pamannya sekira pukul 20.00 WIB tadi malam. Selanjutnya sekira pukul 23.30 WIB satu mobil Terios hitam yang ditumpangi Tim Densus 88 datang ke rumah warga Blok F1/9.
"Kalau ini sudah hasil intelijen yang kuat, memang kita berharap polisi meningkatkan soal-soal jaringan teroris ini," ujar anggota Komisi III Martin Hutabarat, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (5/9/2012).
Politikus Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) ini mengatakan, dalam rangka memberantas terorisme yang semakin meluas di Indonesia, pihak intelijen harus terus melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian, jangan sendiri-sendiri.
"Kalau saya lihat jaringan teroris itu memiliki sel-sel," kata dia.
Peran intelijen sangat dibutuhkan dalam mengungkap jaringan teroris. Martin berharap, intelijen bisa memberikan info sehingga para pelaku teror ditangkap sebelum beraksi.
"Kunci pemberantasan teroris pada jaringan intelijen. Jauh lebih baik sebelum dia meneror, diciduk dulu," tandasnya.
Sebelumnya, Firman yang ditangkap di rumah pamannya yang bernama Nasuha, di Perumahan Taman Anyelir, Depok, Blok E1/1, sekira pukul 05.30 WIB.
Firman datang ke rumah pamannya sekira pukul 20.00 WIB tadi malam. Selanjutnya sekira pukul 23.30 WIB satu mobil Terios hitam yang ditumpangi Tim Densus 88 datang ke rumah warga Blok F1/9.
(mhd)