Hari ini Andi Haris Surahman diperiksa

Rabu, 05 September 2012 - 12:13 WIB
Hari ini Andi Haris...
Hari ini Andi Haris Surahman diperiksa
A A A
Sindonews.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya akan melakukan pemeriksaan terhadap pengusaha Andi Haris Surahman dalam kasus dugaan penerimaan hadiah terkait pengalokasian Dana Penyesuaian Infrastruktur Daerah (DPID) tahun anggaran 2011.

Haris akan diperiksa sebagai saksi untuk dimintai keterangannya dalam kasus yang menyeret berbagai nama dari kalangan politikus tersebut.

"Akan diperiksa sebagai saksi Fahd El Fouz," kata Kabag Pemberitaan KPK Priharsa Nugraha, saat dikonfirmasi, Rabu (5/9/2012).

KPK tidak hanya memanggil Andi, juga Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPR Nining Indra Saleh yang akan diperiksa. Nama, Nining sendiri kerap kali disebut-sebut di Pengadilan Tipikor, dan KPK untuk memberikan kesaksian.

Sebagai informasi, Haris yang juga politikus Partai Golkar diduga mengetahui tentang peran 'broker' Wa Ode Nurhayati yang diminta untuk mengurusi Dana untuk daerah di tiga kabupaten yakni Pidie Jaya, Aceh Besar, dan Bener Meriah.

Sejumlah pihak telah mendesak agar mantan anggota Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ini, ikut dijerat sebagai tersangka dalam kasus DPID. Salah seorangnya adalah Majelis Hakim Pangeran Napitupulu di Pengadilan Tipikor Jakarta, saat sidang Wa Ode Selasa 7 Agustus 2012 lalu.

"Haris harus dijadikan tersangka itu, karena keterangannya dan BAP banyak yang berbeda dengan fakta persidangan," ujar Hakim kala itu.

Bahkan Ketua KPK Abraham Samad pun sempat mengisyaratkan agar Haris akan segera ditetapkan sebagai tersangka kasus kasus dugaan suap senilai Rp6,25 miliar itu.

"Jadi Haris Surahman akan ditetapkan sebagai tersangka, sambil menunggu persidangan WON (Wa Ode Nurhayati) dan keterangan saksi-saksi. Jadi penetapan Haris sebagai tersangka tinggal menunggu hari saja," terang Abraham.

Yang cukup mengherankan, Haris yang katanya dalam perlindungan LPSK, diketahui dalam bebas berkeliaran di sejumlah tempat di Jakarta.

Selain itu, KPK juga tampaknya sedang menelusuri jejak aliran dana alokasi DPID yang diduga sarat akan praktik korupsi. Setidaknya, KPK sudah mengunci 18 rekening mencurigakan milik anggota dewan berdasarkan laporan PPATK.
(mhd)
Berita Terkait
Merokok dalam Pesawat...
Merokok dalam Pesawat Jet Mewah, Ketua Banggar DPR Disorot Netizen
Bos Mafia Italia Ditangkap...
Bos Mafia Italia Ditangkap saat Makan Malam Romantis dengan Pacarnya di Prancis
Sri, Nadiem, dan Terawan...
Sri, Nadiem, dan Terawan Wakili Pemerintah Rapat dengan Banggar
Bos Mafia Sisilia Pembantai...
Bos Mafia Sisilia 'Pembantai Orang' Giovanni Brusca Dibebaskan, Publik Marah
Tiga Pertandingan Sepak...
Tiga Pertandingan Sepak Bola yang Terbukti Diatur Oleh Mafia
Italia Gelar Persidangan...
Italia Gelar Persidangan Kelompok Mafia Ndrangheta, Ratusan Orang Jadi Tersangka
Berita Terkini
4 Keputusan Munas Kader...
4 Keputusan Munas Kader Muda NU, Dukung Muktamar ke-35 di Lirboyo hingga Tolak Zonasi AHWA
Mantan Petinggi OJK...
Mantan Petinggi OJK Ditahan Bareskrim terkait Kasus Dana Syariah Indonesia
Boni Hargens Minta Hilangkan...
Boni Hargens Minta Hilangkan Prasangka Buruk terhadap Polri
Sony Sonjaya Ungkap...
Sony Sonjaya Ungkap 41 Nama Diduga Minta Titik SPPG, Sahroni Khawatir untuk Mengelabui Penyidik
Din Syamsuddin Sebut...
Din Syamsuddin Sebut Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa Dipaksakan: Kezaliman yang Nyata
Periksa Silmy Karim,...
Periksa Silmy Karim, KPK Telusuri Asal-usul Aset
Infografis
Virus Hanta Merebak!...
Virus Hanta Merebak! Ini 5 Gejalanya yang Perlu Diwaspadai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved