Penangkapan Firman diwarnai salah sasaran
Rabu, 05 September 2012 - 11:23 WIB
Penangkapan Firman diwarnai salah sasaran
A
A
A
Sindonews.com - Penangkapan terduga teroris, Firman, yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) tadi pagi di Perumahan Taman Anyelir, Depok, sempat diwarnai salah sasaran. Tim antiteror Densus 88 salah menyergap tempat persembunyian Firman.
Densus 88 menyergap rumah yang berada di Blok F1/9. Namun ternyata Firman berada di Blok E1/1, kediaman pamannya yang bernama Nasuha.
Tim Densus sempat terkecoh dengan keberadaan Firman. Namun tim Densus berhasil mencium keberadaan buronan, setelah ada suara yang mencurigakan di Blok E1/1. Tim Densus langsung menggerebek tempat Firman berada dan langsung menangkapnya.
"Ternyata saat menggerebek salah sasaran, memang Firman sedang menginap di rumah E1/1 semalam, bukan di F2/9," kata Kepala Keamanan Kompleks, Mursyid, di lokasi, Selasa (5/9/2012).
Dituturkan Mursyid, Firman datang ke rumah pamannya sekira pukul 20.00 WIB tadi malam. Selanjutnya sekira pukul 23.30 satu mobil Terios hitam yang ditumpangi Tim Densus 88 datang ke rumah warga blok F1/9.
Warga diminta Tim Densus untuk mensterilkan lokasi dengan radius 50 meter. Tim Densus 88 langsung menggerebek sebuah rumah di blok F1/9.
"Tim Densus menunjukkan kartu anggota, kita jadi percaya. Kami diminta sterilkan lokasi lingkungan sini. Salah target yang pertama F2/9, sampai pukul 5 pagi akhirnya pindah target, lalu kami keluarkan penghuni untuk menghindar. Ternyata sampai setengah jam berlalu, baru Firman ditangkap pukul 5.30 pagi tadi," terangnya.
Rentetan aksi teror yang terjadi di Solo, Jawa Tengah, bermula pada Jumat 17 Agustus 2012 malam lalu. Pos pengamanan Lebaran yang didirikan oleh Polresta Solo, di Gemblegan, ditembaki orang tak dikenal.
Dua anggota polisi yang tengah bertugas di sana mengalami luka-luka, karena tembakan yang dilakukan dari atas kendaraan.
Sehari kemudian atau bertepatan dengan malam perayaan Hari Raya Idul Fitri 1433 Hijriyah, atau Sabtu 18 Agustus lalu, pos pengamanan Lebaran di Gladag, Solo, diserang. Pos yang berada tidak jauh dari Balai Kota Solo itu dilempari alat peledak.
Selain itu, Kamis 30 Agustus 2012 lalu, penembakan terakhir terjadi Pos Polisi Singosaren, Solo, sekira pukul 21.00 WIB. Seorang anggota Polresta Surakarta, Bripka Dwi Data Subekti (58), tewas dengan luka tembak di dada.
Hanya berselang sehari Jumat 31 Agustus 2012 lalu, Densus 88 telah terlibat baku tembak dengan terduga teroris di samping pusat perbelanjaan Lottemart di Jalan Veteran, Surakarta sekira pukul 21.15 WIB.
Dalam baku tembak ini, dua orang terduga teroris dan seorang anggota Densus tewas.
Densus 88 menyergap rumah yang berada di Blok F1/9. Namun ternyata Firman berada di Blok E1/1, kediaman pamannya yang bernama Nasuha.
Tim Densus sempat terkecoh dengan keberadaan Firman. Namun tim Densus berhasil mencium keberadaan buronan, setelah ada suara yang mencurigakan di Blok E1/1. Tim Densus langsung menggerebek tempat Firman berada dan langsung menangkapnya.
"Ternyata saat menggerebek salah sasaran, memang Firman sedang menginap di rumah E1/1 semalam, bukan di F2/9," kata Kepala Keamanan Kompleks, Mursyid, di lokasi, Selasa (5/9/2012).
Dituturkan Mursyid, Firman datang ke rumah pamannya sekira pukul 20.00 WIB tadi malam. Selanjutnya sekira pukul 23.30 satu mobil Terios hitam yang ditumpangi Tim Densus 88 datang ke rumah warga blok F1/9.
Warga diminta Tim Densus untuk mensterilkan lokasi dengan radius 50 meter. Tim Densus 88 langsung menggerebek sebuah rumah di blok F1/9.
"Tim Densus menunjukkan kartu anggota, kita jadi percaya. Kami diminta sterilkan lokasi lingkungan sini. Salah target yang pertama F2/9, sampai pukul 5 pagi akhirnya pindah target, lalu kami keluarkan penghuni untuk menghindar. Ternyata sampai setengah jam berlalu, baru Firman ditangkap pukul 5.30 pagi tadi," terangnya.
Rentetan aksi teror yang terjadi di Solo, Jawa Tengah, bermula pada Jumat 17 Agustus 2012 malam lalu. Pos pengamanan Lebaran yang didirikan oleh Polresta Solo, di Gemblegan, ditembaki orang tak dikenal.
Dua anggota polisi yang tengah bertugas di sana mengalami luka-luka, karena tembakan yang dilakukan dari atas kendaraan.
Sehari kemudian atau bertepatan dengan malam perayaan Hari Raya Idul Fitri 1433 Hijriyah, atau Sabtu 18 Agustus lalu, pos pengamanan Lebaran di Gladag, Solo, diserang. Pos yang berada tidak jauh dari Balai Kota Solo itu dilempari alat peledak.
Selain itu, Kamis 30 Agustus 2012 lalu, penembakan terakhir terjadi Pos Polisi Singosaren, Solo, sekira pukul 21.00 WIB. Seorang anggota Polresta Surakarta, Bripka Dwi Data Subekti (58), tewas dengan luka tembak di dada.
Hanya berselang sehari Jumat 31 Agustus 2012 lalu, Densus 88 telah terlibat baku tembak dengan terduga teroris di samping pusat perbelanjaan Lottemart di Jalan Veteran, Surakarta sekira pukul 21.15 WIB.
Dalam baku tembak ini, dua orang terduga teroris dan seorang anggota Densus tewas.
(mhd)