JAT tepis tudingan Ansyad Mbai
Selasa, 04 September 2012 - 15:17 WIB
JAT tepis tudingan Ansyad Mbai
A
A
A
Sindonews.com - Jamaah Anshorut Tauhid (JAT) pimpinan Abu Bakar Baasyir membantah tudingan Ketua Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Indonesia (BNPT) Ansyad Mbai.
Kemarin, Mbai menyatakan, Farhan dan Mukhsin yang tewas dalam pengerebekan di Solo merupakan anggota kelompok mereka.
Juru Bicara JAT Son Hadi membantah pernyataan Ansyad Mbai. Karena dua terduga teroris yang tertembak mati oleh Densus 88 dalam baku tembak di Solo tidak ada dalam daftar keanggotaan JAT.
"Tidak ada di daftar anggta kami (Farhan & Mukhlis). Jelas bukan anggota JAT dan tidak ada kaitannya dengan JAT," ujar Son Hadi saat dikonfermasi, Selasa (3/9/2012).
Son Hadi menambahkan, tudingan terhadap JAT selama ini tidak pernah terbukti. Dia menganggap tudingan itu sebagai teror terhadap warga.
"Ada pesan yang mengerikan, seakan ada sertifikasi halal untuk dibunuh," pungkasnya.
Sebelumnya, Ketua BNPT Ansyad Mbai menegaskan terduga teroris yang tewas dalam aksi baku tembak dengan Densus 88 di Solo beberapa hari lalu, yaitu Farhan dan Mukhsin berasal dari kelompok jaringan Jamaah Anshorut Tauhid (JAT) pimpinan Abu Bakar Baasyir.
"Iya JAT. Itu dari Hisbah Solo, kemudian juga masuk di kelompok Mujahidin Jakarta. Jaringannya itu-itu juga. Komandannya (Baasyir) tetap," kata Ansyad di Istana Negara, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Senin 3 September 2012.
Ansyad mengatakan kelompok teroris ini masih memiliki kekuatan yang cukup kuat, baik dari segi pendanaan maupun kaderisasi.
"Ya kuat. Masih kuat. Komandannya masih berkoar-koar," ucapnya.
Kemarin, Mbai menyatakan, Farhan dan Mukhsin yang tewas dalam pengerebekan di Solo merupakan anggota kelompok mereka.
Juru Bicara JAT Son Hadi membantah pernyataan Ansyad Mbai. Karena dua terduga teroris yang tertembak mati oleh Densus 88 dalam baku tembak di Solo tidak ada dalam daftar keanggotaan JAT.
"Tidak ada di daftar anggta kami (Farhan & Mukhlis). Jelas bukan anggota JAT dan tidak ada kaitannya dengan JAT," ujar Son Hadi saat dikonfermasi, Selasa (3/9/2012).
Son Hadi menambahkan, tudingan terhadap JAT selama ini tidak pernah terbukti. Dia menganggap tudingan itu sebagai teror terhadap warga.
"Ada pesan yang mengerikan, seakan ada sertifikasi halal untuk dibunuh," pungkasnya.
Sebelumnya, Ketua BNPT Ansyad Mbai menegaskan terduga teroris yang tewas dalam aksi baku tembak dengan Densus 88 di Solo beberapa hari lalu, yaitu Farhan dan Mukhsin berasal dari kelompok jaringan Jamaah Anshorut Tauhid (JAT) pimpinan Abu Bakar Baasyir.
"Iya JAT. Itu dari Hisbah Solo, kemudian juga masuk di kelompok Mujahidin Jakarta. Jaringannya itu-itu juga. Komandannya (Baasyir) tetap," kata Ansyad di Istana Negara, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Senin 3 September 2012.
Ansyad mengatakan kelompok teroris ini masih memiliki kekuatan yang cukup kuat, baik dari segi pendanaan maupun kaderisasi.
"Ya kuat. Masih kuat. Komandannya masih berkoar-koar," ucapnya.
(ysw)