Relokasi Syiah Sampang solusi terakhir
Selasa, 04 September 2012 - 11:38 WIB
Relokasi Syiah Sampang solusi terakhir
A
A
A
Sindonews.com - Merelokasi warga Syiah Sampang pasca insiden kerusuhan di Sampang, Madura, Jawa Timur, dinilai tidak tepat. Pasalnya kebijakan relokasi tidak akan menyelesaikan masalah.
Anggota Komisi III Saan Mustopa menyatakan, upaya relokasi merupakan alternatif terakhir. Pemerintah Daerah (Pemda) dan aparat kepolisian harus memikirkan solusi lain yang bisa menyelesaikan masalah sampai tuntas.
"Relokasi pilihan terakhir dalam upaya penyelesaikan konflik Sampang," ujar Saan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Selasa (4/9/2012).
Upaya relokasi merupakan solusi paling akhir, ketika dinilai sudah tidak ada solusi lain yang bisa menyelesaikan konflik Sampang tersebut.
Politikus Partai Demokrat ini tidak mempermasalahkan upaya relokasi sementara untuk menjaga keamanan, namun Polri harus memikirkan dampak dari relokasi tersebut.
Kalau warga Syiah tetap tinggal di tempat asal mereka, maka Polri sebagai institusi negara yang memberikan rasa nyaman terhadap warga negara Indonesia, harus bisa menjamin keamanan setiap warga di Sampang.
"Polisi tetap menjamin, itu tugas kepolisian memberikan jaminan kepada warga negara," pungkasnya.
Sebelumnya, tokoh Syiah Jalaluddin Rakhmat alias Kang Jalal tidak setuju dengan wacana merelokasi pengikut Syiah di Sampang, Madura, Jawa Timur, paska insiden kekerasan yang telah menewaskan dua orang pengikutnya.
"Saya tidak (tidak setuju), karena kalau terjadi relokasi ada sebuah preseden. Setiap ada orang Syiah diganggu akan disuruh pindah, itu kan hak mereka untuk tinggal di situ," ujar Jalal saat diskusi 'Napak tilas perjalanan Syiah Kang Jalal' di Rumahnya, Jalan Kemang Rasa, Jakarta Selatan, Rabu 29 Agutus 2012 lalu.
Dia juga meminta agar pemerintah memikirkan cara lain untuk menjamin keamanan para pengikut ajaran Syiah tersebut.
Anggota Komisi III Saan Mustopa menyatakan, upaya relokasi merupakan alternatif terakhir. Pemerintah Daerah (Pemda) dan aparat kepolisian harus memikirkan solusi lain yang bisa menyelesaikan masalah sampai tuntas.
"Relokasi pilihan terakhir dalam upaya penyelesaikan konflik Sampang," ujar Saan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Selasa (4/9/2012).
Upaya relokasi merupakan solusi paling akhir, ketika dinilai sudah tidak ada solusi lain yang bisa menyelesaikan konflik Sampang tersebut.
Politikus Partai Demokrat ini tidak mempermasalahkan upaya relokasi sementara untuk menjaga keamanan, namun Polri harus memikirkan dampak dari relokasi tersebut.
Kalau warga Syiah tetap tinggal di tempat asal mereka, maka Polri sebagai institusi negara yang memberikan rasa nyaman terhadap warga negara Indonesia, harus bisa menjamin keamanan setiap warga di Sampang.
"Polisi tetap menjamin, itu tugas kepolisian memberikan jaminan kepada warga negara," pungkasnya.
Sebelumnya, tokoh Syiah Jalaluddin Rakhmat alias Kang Jalal tidak setuju dengan wacana merelokasi pengikut Syiah di Sampang, Madura, Jawa Timur, paska insiden kekerasan yang telah menewaskan dua orang pengikutnya.
"Saya tidak (tidak setuju), karena kalau terjadi relokasi ada sebuah preseden. Setiap ada orang Syiah diganggu akan disuruh pindah, itu kan hak mereka untuk tinggal di situ," ujar Jalal saat diskusi 'Napak tilas perjalanan Syiah Kang Jalal' di Rumahnya, Jalan Kemang Rasa, Jakarta Selatan, Rabu 29 Agutus 2012 lalu.
Dia juga meminta agar pemerintah memikirkan cara lain untuk menjamin keamanan para pengikut ajaran Syiah tersebut.
(mhd)