Teror di Solo merupakan aksi balas dendam
Senin, 03 September 2012 - 12:49 WIB
Teror di Solo merupakan aksi balas dendam
A
A
A
Sindonews.com - Tim Datasemen Khusus (Densus) 88 menembak mati dua terduga teroris yakni Farhan dan Mukhlis saat penggerebekan di kota Solo, Jawa tengah, saat penggerebekan ditemukan surat yang menjelaskan motif penyerangan adalah balas dendam.
"mereka menjelaskan kenapa mereka membalas, dikarenakan mereka merasa kecewa dengan penangkapan tokoh mereka selama ini," tutur Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Boy Rafli Amar di DPR, Senayan, Jakarta, Senin (3/9/2012).
Pada saat dilakukan penangkapan, lanjut Boy polisi menemukan tas pinggang milik Farhan, berisi tiga buah magazine, hallow point ada tiga buah sekira sembilan milimeter. "Ada surat dalam lembaran-lembaran yang cukup banyak," terangnya.
Boy menambahkan, motif penyerang cukup jelas, pasalnya mereka berjuang untuk membentuk jemaah islamiyah yang ingin membentuk negara syariah Islam di Indonesia, perjuangan itu juga tergambar dalam surat yang dibawa Farhan.
"Saya hanya mendapatkan copy saja, bahwa ternyata didalam surat itu cukup jelas untuk menyimpulkan motif. Terutama secara ideologi memang mereka berjuang," pungkasnya.
Sebelumnya, Sosiolog sekaligus Buru Besar Uversitas Sebelas Maret (UNS) Soemanto mengatakan terorisme yang muncul dan berututan dalam dua minggu terakir di Kota Solo timbul karena ada sebab atau peristiwa pendahulunya.
"mereka menjelaskan kenapa mereka membalas, dikarenakan mereka merasa kecewa dengan penangkapan tokoh mereka selama ini," tutur Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Boy Rafli Amar di DPR, Senayan, Jakarta, Senin (3/9/2012).
Pada saat dilakukan penangkapan, lanjut Boy polisi menemukan tas pinggang milik Farhan, berisi tiga buah magazine, hallow point ada tiga buah sekira sembilan milimeter. "Ada surat dalam lembaran-lembaran yang cukup banyak," terangnya.
Boy menambahkan, motif penyerang cukup jelas, pasalnya mereka berjuang untuk membentuk jemaah islamiyah yang ingin membentuk negara syariah Islam di Indonesia, perjuangan itu juga tergambar dalam surat yang dibawa Farhan.
"Saya hanya mendapatkan copy saja, bahwa ternyata didalam surat itu cukup jelas untuk menyimpulkan motif. Terutama secara ideologi memang mereka berjuang," pungkasnya.
Sebelumnya, Sosiolog sekaligus Buru Besar Uversitas Sebelas Maret (UNS) Soemanto mengatakan terorisme yang muncul dan berututan dalam dua minggu terakir di Kota Solo timbul karena ada sebab atau peristiwa pendahulunya.
(mhd)