Mabes Polri tunggu hasil tes DNA
Senin, 03 September 2012 - 11:45 WIB
Mabes Polri tunggu hasil tes DNA
A
A
A
Sindonews.com - Aksi terorisme yang terjadi Jumat 31 Agustus 2012 lalu, Solo, Jawa Tengah, memakan korban dari pihak teroris, dan Datasemen Khusus (Densus) 88 anti teror Mabes Polri.
Sedangkan Farhan yang meninggal di Tempat Kejadian Perkara (TKP) dari pihak pelaku teror akan diambil darahnya untuk diperiksa terlebih dahulu.
"Setelah mendapatkan proses pemeriksaan hasil DNA ini, maka kita akan serahkan kepada pihak keluarga," tutur Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Boy Rafli Amar di DPR, Senayan, Jakarta, Senin (3/9/2012).
Sementara, Mabes Polri masih menuggu DNA atas nama Muhlis yang juga ditembak mati saat penggerebekan tempat yang diduga menjadi sarang teroris itu. "Kita juga masih menunggu satu lagi atas nama Muhlis itu yang masih belum kita peroleh," katana.
Boy mengatakan, para korban yang juga diduga pelaku aksi teror di Solo, Jawa Tengah, yang kerap membuat masyarakat Solo tidak nyaman itu, kini berada di Rumah Sakit Polri, Keramat Jati.
Dia berjanji, akan mangungkap aksi teror yang kerap kali terjadi di Indonesia ini. "Kita harapkan nanti ada perkembangan-perkembangan baru," pungkasnya.
Sebelumnya, tiga terduga teroris yang berhasil dilumpuhkan tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri dalam penyergapan di Kota Solo dan Kabupaten Karanganyar, Jumat 31 Agustus 2012 malam, semuanya berusia remaja.
Mereka adalah Muksin (19), Farhan (19), dan Bayu Setiono alias Bayu Setiawan (22). Nama terakhir bahkan diakui keluarganya baru berusia 16 tahun. Muksin dan Farhan tewas dalam baku tembak dengan Densus di Jalan Veteran Solo, sedangkan Bayu Setiono ditangkap aparat dalam penyergapan di malam yang sama.
Polri memastikan mereka memiliki kaitan dengan kelompok garis keras Moro di Filipina. Pengamat terorisme Al Chaidar mengatakan, kelompok teroris Solo merupakan sel dari jaringan besar terorisme internasional.Berbeda dengan jaringan teroris Dr Azahari dan Noordin M Top, mereka tidak mendapatkan dana langsung dari Al Qaeda.
Sedangkan Farhan yang meninggal di Tempat Kejadian Perkara (TKP) dari pihak pelaku teror akan diambil darahnya untuk diperiksa terlebih dahulu.
"Setelah mendapatkan proses pemeriksaan hasil DNA ini, maka kita akan serahkan kepada pihak keluarga," tutur Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Boy Rafli Amar di DPR, Senayan, Jakarta, Senin (3/9/2012).
Sementara, Mabes Polri masih menuggu DNA atas nama Muhlis yang juga ditembak mati saat penggerebekan tempat yang diduga menjadi sarang teroris itu. "Kita juga masih menunggu satu lagi atas nama Muhlis itu yang masih belum kita peroleh," katana.
Boy mengatakan, para korban yang juga diduga pelaku aksi teror di Solo, Jawa Tengah, yang kerap membuat masyarakat Solo tidak nyaman itu, kini berada di Rumah Sakit Polri, Keramat Jati.
Dia berjanji, akan mangungkap aksi teror yang kerap kali terjadi di Indonesia ini. "Kita harapkan nanti ada perkembangan-perkembangan baru," pungkasnya.
Sebelumnya, tiga terduga teroris yang berhasil dilumpuhkan tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri dalam penyergapan di Kota Solo dan Kabupaten Karanganyar, Jumat 31 Agustus 2012 malam, semuanya berusia remaja.
Mereka adalah Muksin (19), Farhan (19), dan Bayu Setiono alias Bayu Setiawan (22). Nama terakhir bahkan diakui keluarganya baru berusia 16 tahun. Muksin dan Farhan tewas dalam baku tembak dengan Densus di Jalan Veteran Solo, sedangkan Bayu Setiono ditangkap aparat dalam penyergapan di malam yang sama.
Polri memastikan mereka memiliki kaitan dengan kelompok garis keras Moro di Filipina. Pengamat terorisme Al Chaidar mengatakan, kelompok teroris Solo merupakan sel dari jaringan besar terorisme internasional.Berbeda dengan jaringan teroris Dr Azahari dan Noordin M Top, mereka tidak mendapatkan dana langsung dari Al Qaeda.
(mhd)