Polres Sidoarjo antisipasi teroris
Senin, 03 September 2012 - 10:54 WIB
Polres Sidoarjo antisipasi teroris
A
A
A
Sindonews.com - Menyusul rentetan aksi terorisme yang kerap kali terjadi di Solo, Jawa Tengah. Kepolisian setempat mengantisipasi dengan cara merazia tempat-tempat yang diduga menjadi perlintasan para teroris itu.
Salah satunya dengan menggelar razia di Terminal Purabaya, di Desa Bungurasih, Kecamatan Waru, Senin (3/9/2012) dinihari.
Puluhan petugas gabungan dari Satuan Shabara, Intelkam Polres Sidoarjo, dan Polsek Waru merazia sejumlah titik. Diantaranya terminal keberangkatan dan kedatangan penumbang bus dari luar kota.
Polisi lebih fokus memeriksa barang bawaan penumpang, baik yang naik maupun yang turun. Terutama penumpang yang akan ke Jogjakarta, Solo dan sebaliknya.
Sayangnya, dalam razia itu polisi tidak menemukan barang berbahaya seperti senjata tajam, senjata api dan bom. Meski demikian razia itu membuat penumpang kaget, karena mengira ada razia kartu identitas.
Kasat Intelkam AKP Ahmad Suyadi yang memimpin razia bersama Kanit Binmas Polsek Waru AKP Sukamto mengatakan, jika razia itu digelar untuk antisipasi keamanan. Karena, belakangan ini Solo, kerap kali menjadi incaran empuk para teroris.
"Sasaran razia kali ini, senpi, bahan peledak, senjata tajam serta barang berbahaya lainnya," katanya.
Razia anti teroris ini juga digelar serentak di 18 kecamatan di wilayah hukum Polres Sidoarjo. Sebab, Sidoarjo merupakan kawasan transit atau pintu masuk ke Surabaya. "Kami gelar razia serentak di 18 polsek," tandas Suyadi.
Kawasan Terminal Purabaya dipantau khusus Polres Sidoarjo, karena merupakan daerah transit. Penumpang yang akan masuk ke Surabaya maupun ke luar Surabaya banyak melalui terminal penumpang darat tersebut.
Bukan hanya itu, disekitar kawasan Terminal Purabaya terdapat banyak rumah kos. Mereka yang kos di kawasan itu, biasanya musiman dan dikhawatirkan menjadi tempat transit teroris.
Salah satunya dengan menggelar razia di Terminal Purabaya, di Desa Bungurasih, Kecamatan Waru, Senin (3/9/2012) dinihari.
Puluhan petugas gabungan dari Satuan Shabara, Intelkam Polres Sidoarjo, dan Polsek Waru merazia sejumlah titik. Diantaranya terminal keberangkatan dan kedatangan penumbang bus dari luar kota.
Polisi lebih fokus memeriksa barang bawaan penumpang, baik yang naik maupun yang turun. Terutama penumpang yang akan ke Jogjakarta, Solo dan sebaliknya.
Sayangnya, dalam razia itu polisi tidak menemukan barang berbahaya seperti senjata tajam, senjata api dan bom. Meski demikian razia itu membuat penumpang kaget, karena mengira ada razia kartu identitas.
Kasat Intelkam AKP Ahmad Suyadi yang memimpin razia bersama Kanit Binmas Polsek Waru AKP Sukamto mengatakan, jika razia itu digelar untuk antisipasi keamanan. Karena, belakangan ini Solo, kerap kali menjadi incaran empuk para teroris.
"Sasaran razia kali ini, senpi, bahan peledak, senjata tajam serta barang berbahaya lainnya," katanya.
Razia anti teroris ini juga digelar serentak di 18 kecamatan di wilayah hukum Polres Sidoarjo. Sebab, Sidoarjo merupakan kawasan transit atau pintu masuk ke Surabaya. "Kami gelar razia serentak di 18 polsek," tandas Suyadi.
Kawasan Terminal Purabaya dipantau khusus Polres Sidoarjo, karena merupakan daerah transit. Penumpang yang akan masuk ke Surabaya maupun ke luar Surabaya banyak melalui terminal penumpang darat tersebut.
Bukan hanya itu, disekitar kawasan Terminal Purabaya terdapat banyak rumah kos. Mereka yang kos di kawasan itu, biasanya musiman dan dikhawatirkan menjadi tempat transit teroris.
(mhd)