Pembangunan lingkungan masih minim
Senin, 03 September 2012 - 09:13 WIB
Pembangunan lingkungan masih minim
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dinilai tidak memiliki rencana jangka panjang terhadap pembangunan lingkungan hidup.
Hal itu bisa dilihat dari kebijakan yang sudah dijalankan, sangat jauh dari prestasi penting di bidang lingkungan hidup. Karena itu, tidak heran bila kualitas lingkungan hidup terus merosot.
"SBY tidak pernah membicarakan, apalagi membahas kebijakan lingkungan hidup secara khusus. Tidak menganggap penting urusan lingkungan hidup. SBY hanya membahas isu lingkungan hidup ketika ada momen tertentu, misalnya Hari Bumi tiap 22 April, Hari Lingkungan Hidup Sedunia tiap 5 Juni, atau menjelang Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) mengenai lingkungan dan pembangunan berkelanjutan. Pendek kata, jika tidak ada momen, SBY mengunci mulutnya untuk membahas lingkungan hidup,” tandas anggota Dewan Pertimbangan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) AP Batubara dalam peluncuran bukunya 'Politik Hijau Sang Nasionalis, 75 Tahun AP Batubara' di Jakarta, 2 September 2012.
Menurut peraih penghargaan lingkungan hidup internasional Sahwali Award 1997 ini, saat ini kualitas air, udara, tanah, dan lingkungan hidup terus memburuk. World Bank bahkan menaksir setiap tahun terjadi pengurangan wilayah hutan (deforestasi) antara 700.000–1.200.000 hektare.
Menurut dia, aneka rupa kerusakan lingkungan tidak dapat ditanggulangi hanya dengan kemauan politik (political will) dan kebijakan pemerintah (government policy).
Hal itu bisa dilihat dari kebijakan yang sudah dijalankan, sangat jauh dari prestasi penting di bidang lingkungan hidup. Karena itu, tidak heran bila kualitas lingkungan hidup terus merosot.
"SBY tidak pernah membicarakan, apalagi membahas kebijakan lingkungan hidup secara khusus. Tidak menganggap penting urusan lingkungan hidup. SBY hanya membahas isu lingkungan hidup ketika ada momen tertentu, misalnya Hari Bumi tiap 22 April, Hari Lingkungan Hidup Sedunia tiap 5 Juni, atau menjelang Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) mengenai lingkungan dan pembangunan berkelanjutan. Pendek kata, jika tidak ada momen, SBY mengunci mulutnya untuk membahas lingkungan hidup,” tandas anggota Dewan Pertimbangan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) AP Batubara dalam peluncuran bukunya 'Politik Hijau Sang Nasionalis, 75 Tahun AP Batubara' di Jakarta, 2 September 2012.
Menurut peraih penghargaan lingkungan hidup internasional Sahwali Award 1997 ini, saat ini kualitas air, udara, tanah, dan lingkungan hidup terus memburuk. World Bank bahkan menaksir setiap tahun terjadi pengurangan wilayah hutan (deforestasi) antara 700.000–1.200.000 hektare.
Menurut dia, aneka rupa kerusakan lingkungan tidak dapat ditanggulangi hanya dengan kemauan politik (political will) dan kebijakan pemerintah (government policy).
(mhd)