Karakter terbuka jadi tantangan PKS
Senin, 03 September 2012 - 08:40 WIB
Karakter terbuka jadi tantangan PKS
A
A
A
Sindonews.com - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dituntut untuk mampu membuktikan kepada para kader dan publik bahwa mereka benar-benar telah menjadi partai yang terbuka.
Apabila gagal membuktikan keberadaannya sebagai partai terbuka, keyakinan para kader dan pemilih menjadi taruhannya. Peneliti dari Lembaga Survei Indonesia (LSI) Burhanuddin Muhtadi mengatakan, selama ini PKS dikenal sebagai partai berbasis agama Islam. Namun, pada Pemilu 2009, PKS menahbiskan diri sebagai partai terbuka.
Strategi keterbukaan PKS harus diakui telah mendongkrak perolehan suara di sejumlah wilayah yang sebelumnya bukan basisnya. Namun, di sejumlah daerah yang justru basis PKS, perolehan suara justru turun.
“Menjadi partai yang terbuka tidaklah mudah. Sejak mendeklarasikan diri sebagai partai terbuka, terus muncul gejolak di internal. Inilah yang juga berdampak pada perolehan suara PKS di Pemilu 2009,” paparnya, di Jakarta, 2 September 2012.
Burhan mengharapkan, menghadapi Pemilu 2014, para petinggi PKS mampu meyakinkan para kader internal bahwa strategi keterbukaan tidak akan mengubah khitah partai.
Apabila gagal membuktikan keberadaannya sebagai partai terbuka, keyakinan para kader dan pemilih menjadi taruhannya. Peneliti dari Lembaga Survei Indonesia (LSI) Burhanuddin Muhtadi mengatakan, selama ini PKS dikenal sebagai partai berbasis agama Islam. Namun, pada Pemilu 2009, PKS menahbiskan diri sebagai partai terbuka.
Strategi keterbukaan PKS harus diakui telah mendongkrak perolehan suara di sejumlah wilayah yang sebelumnya bukan basisnya. Namun, di sejumlah daerah yang justru basis PKS, perolehan suara justru turun.
“Menjadi partai yang terbuka tidaklah mudah. Sejak mendeklarasikan diri sebagai partai terbuka, terus muncul gejolak di internal. Inilah yang juga berdampak pada perolehan suara PKS di Pemilu 2009,” paparnya, di Jakarta, 2 September 2012.
Burhan mengharapkan, menghadapi Pemilu 2014, para petinggi PKS mampu meyakinkan para kader internal bahwa strategi keterbukaan tidak akan mengubah khitah partai.
(mhd)