Polisi harus waspada, teror masih mengintai
Minggu, 02 September 2012 - 11:56 WIB
Polisi harus waspada, teror masih mengintai
A
A
A
Sindonews.com - Keberhasilan Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror menembak mati dua terduga teroris dan satu orang dilumpuhkan belum menjamin keamanan anggota kepolisian di seluruh Indonesia.
Ketua Presidium Ind Police Watch (IPW) Neta S Pane mengatakan, anggota Polri masih terancam meski teroris ada yang ditembak mati. Teror terhadap kepolisian tetap akan berlangsung.
"Rasa kesal dari masyarakat tertentu terhadap polisi barangkali sudah memuncak. Selama 5 bulan pertama 2012 saja ada 11 polisi yang dikeroyok masyarakat," tutur Neta melalui pesan singkatnya yang diterima Sindonews, Minggu, (2/9/2012).
Melihat kondisi itu, Neta mengimbau agar jajaran kepolisian mengubah sikap dan perilaku lebih baik lagi. Selain itu juga kinerja dalam melayani masyarakat agar ditingkatkan.
"Polisi yang bersikap arogan, represif apalagi sampai pungli kepada masyarakat itu menimbulkan kebencian. Jadi polisi harus bekerja profesional dan proporsional," ujarnya.
Seperti diketahui, belakangan ini polisi menjadi saran teror oleh orang tak dikenal. Peristiwa paling baru, penembakan Pos polisi di Singosaren Solo menewaskan Bripka Dwi Data Subekti (58), anggota Polresta Surakarta. Korban tewas dengan empat luka tembakan di dada.
Ketua Presidium Ind Police Watch (IPW) Neta S Pane mengatakan, anggota Polri masih terancam meski teroris ada yang ditembak mati. Teror terhadap kepolisian tetap akan berlangsung.
"Rasa kesal dari masyarakat tertentu terhadap polisi barangkali sudah memuncak. Selama 5 bulan pertama 2012 saja ada 11 polisi yang dikeroyok masyarakat," tutur Neta melalui pesan singkatnya yang diterima Sindonews, Minggu, (2/9/2012).
Melihat kondisi itu, Neta mengimbau agar jajaran kepolisian mengubah sikap dan perilaku lebih baik lagi. Selain itu juga kinerja dalam melayani masyarakat agar ditingkatkan.
"Polisi yang bersikap arogan, represif apalagi sampai pungli kepada masyarakat itu menimbulkan kebencian. Jadi polisi harus bekerja profesional dan proporsional," ujarnya.
Seperti diketahui, belakangan ini polisi menjadi saran teror oleh orang tak dikenal. Peristiwa paling baru, penembakan Pos polisi di Singosaren Solo menewaskan Bripka Dwi Data Subekti (58), anggota Polresta Surakarta. Korban tewas dengan empat luka tembakan di dada.
(lns)