Mayat terduga teroris masih diidentifikasi
Minggu, 02 September 2012 - 05:08 WIB
Mayat terduga teroris masih diidentifikasi
A
A
A
Sindonews.com - Tim medis Rumah Sakit (RS) Polri Sukanto Jakarta Timur yang terdiri dari delapan orang hingga saat ini masih mengindentifikasi dua jenazah terduga teroris Farhan (19) dan Muksin (19) yang tewas pada penyergapan oleh Densus 88 Anti Teror di Solo.
Kepala Rumah Sakit Polri, Brigjen Agus Prayitno mengatakan, pemeriksaan masih berlangsung dan hasilnya akan disampaikan kepada publik sesegera mungkin.
"Nanti hasilnya akan kita sampaikan kepada wartawan. Dan kalau memang disampaikan maka akan disampaikan oleh Densus 88," ujarnya saat dihubungi wartawan, Sabtu 1 September 2012.
Dijelaskan Agus sesuai dengan kasus yang ditangani, maka Densus 88 memiliki tanggungjawab untuk menyampaikan apa yang telah dilakukannya tersebut. Termasuk hasil indentifikasi dua korban terduga teroris tersebut.
"Saat ini masih dalam pemeriksaan luar seperti ciri-ciri fisik, tinggi, serta berat badan," paparnya.
Agus juga mengatakan sehubungan dengan pihak keluarga terduga teroris tersebut yang masih belum diketahui maka data antemorthem untuk DNA masih belum bisa dilakukan.
"Kan sampai saat ini memang belum diketahui keluarganya," singkatnya.
Kepala Rumah Sakit Polri, Brigjen Agus Prayitno mengatakan, pemeriksaan masih berlangsung dan hasilnya akan disampaikan kepada publik sesegera mungkin.
"Nanti hasilnya akan kita sampaikan kepada wartawan. Dan kalau memang disampaikan maka akan disampaikan oleh Densus 88," ujarnya saat dihubungi wartawan, Sabtu 1 September 2012.
Dijelaskan Agus sesuai dengan kasus yang ditangani, maka Densus 88 memiliki tanggungjawab untuk menyampaikan apa yang telah dilakukannya tersebut. Termasuk hasil indentifikasi dua korban terduga teroris tersebut.
"Saat ini masih dalam pemeriksaan luar seperti ciri-ciri fisik, tinggi, serta berat badan," paparnya.
Agus juga mengatakan sehubungan dengan pihak keluarga terduga teroris tersebut yang masih belum diketahui maka data antemorthem untuk DNA masih belum bisa dilakukan.
"Kan sampai saat ini memang belum diketahui keluarganya," singkatnya.
(ysw)