Berhaluan keras, perangai Bayu berubah

Sabtu, 01 September 2012 - 21:36 WIB
Berhaluan keras, perangai...
Berhaluan keras, perangai Bayu berubah
A A A
Sindonews.com - Bayu Setiono (22) terduga teroris yang ditangkap hidup-hidup oleh Densus 88 ternyata memiliki perangai yang kurang disukai keluarganya. Sejak berhaluan keras, Bayu selalu menuding kafir pada orang yang tidak sepahan dengan dirinya.

Sri saudara kandung ayah tiri Bayu di Solo menceritakan kalau Bayu berubah total saat ia akrab dengan orang-orang berhaluan keras. Sri bahkan menceritakan Bayu tak segan menuduh kafir orang-orang yang tak sepaham dengannya.

"Saya dan semua warga di kampung ini sudah pasrah kalau Bayu tertangkap. Karena dia memang semena-mena dan tidak mau mengenal dengan orang kampung,” papar Sri, saudari kandung ayah tiri Bayu di Solo, Sabtu (1/9/2012).

Mengenai penangkapan Bayu, Sri mengaku tak menyangka jika peristiwa maut itu melibatkan Bayu. “Semalam (Jumat malam) saya juga berada ditempat kejadian perkara (Jalan Veteran). Tapi tidak kepikiran kalau yang tertangkap Bayu (TKP Karanganyar)," katanya.

Selama dua pekan peristiwa teror di Solo, Bayu sering terlihat di rumah orang tuanya di Kampung Dipotrunan RT 03/RW XI, Kelurahan Tipes, Kecamatan Serangan, Solo.

Sri menyebut saat terjadi penembakan di pos polisi Plasa Singosaren 30 Agustus silam, ibunda Bayu mengatakan putranya itu tak berada di rumah.

Ayah dan ibunda Bayu, yakni Joko Purnomo dan Wiwik Wahyu Sri Hartati pascabaku tembak Jumat (31/9) malam terlihat tergesa-gesa meninggalkan rumahnya Sabtu (1/9) pagi.

Diceritakannya lagi, Bayu yang pernah bekerja sebagai tukang sapu di Pondok Pesantren Al Mukmin Ngruki, Sukoharjo setiap Minggu berolahraga ekstrem, yakni berjalan kaki Solo-Tawangmangu.

Jarak belasan kilometer itu ia tempuh hanya berbekal air putih sebotol. Semenjak menikah, Bayu tinggal di rumah mertuanya di Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar.

Seperti diketahui, Bayu adalah satu-satunya anggota peneror pos pam Solo yang ditangkap hidup-hidup. Sedangkan dua rekannya tewas saat baku tembak dengan Densus 88 di Jalan Veteran, tepatnya di sisi selatan swalayan Lottemart pada Jumat malam. Dua rekannya yang tewas yaitu Farhan dan Muksin.

Polri menyatakan Bayu sebagai anggota kelompok penebar teror pos polisi yang akhirnya berhasil diringkus Tim Densus 88 Antiteror di Gondangrejo, Karanganyar pada Jumat (31/8/2012) malam.
(ysw)
Berita Terkait
Mahasiswa Gelar Aksi...
Mahasiswa Gelar Aksi Solidaritas Mengecam Terorisme
Konflik Berpotensi Jadi...
Konflik Berpotensi Jadi Pemicu Aksi Terorisme
Bos MI5: 31 Rencana...
Bos MI5: 31 Rencana Teror Tahap Akhir Digagalkan dalam 4 Tahun di Inggris
Resmi Ditahan, Munarman...
Resmi Ditahan, Munarman Kini Boleh Dikunjungi Kuasa Hukum
Cegah Terorisme, Masyarakat...
Cegah Terorisme, Masyarakat Harus Peka Lingkungan Sekitar
Moeldoko Minta Jangan...
Moeldoko Minta Jangan Pernah Lupakan Aksi Terorisme
Berita Terkini
Tutup P3N 27, Gubernur...
Tutup P3N 27, Gubernur Lemhannas Tegaskan Pemimpin Nasional Harus Berintegritas, Adaptif, dan Visioner
Jejak Uang Rp366,7 Miliar...
Jejak Uang Rp366,7 Miliar ke Pegawai Imipas Bongkar Dugaan Pemerasan oleh Silmy Karim
Kejagung Tak Sita Motor...
Kejagung Tak Sita Motor Listrik Kasus Dugaan Korupsi di Badan Gizi Nasional, Ini Alasannya
Dadan Hindayana Cs Korupsi...
Dadan Hindayana Cs Korupsi Tata Kelola MBG, Noel: Memprihatinkan
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan 112 DIM RUU Polri ke Komisi III DPR
Dharma Pongrekun Minta...
Dharma Pongrekun Minta MK Kaji Ulang UU Kesehatan Demi Jaga Kedaulatan Bangsa
Infografis
Jepang Uji Coba 4 Hari...
Jepang Uji Coba 4 Hari Kerja untuk Ubah Stigma Negara Pekerja Keras
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved