Polisi diminta lakukan pemetaan wilayah konflik

Sabtu, 01 September 2012 - 11:20 WIB
Polisi diminta lakukan...
Polisi diminta lakukan pemetaan wilayah konflik
A A A
Sindonews.com - Polri harus melakukan pemetaan wilayah rawan konflik, untuk mengantisipasi aksi kekerasan yang terjadi antarmasyarakat. Pasalnya, akhir-akhir ini konflik horizontal kembali marak terjadi.

Anggota Komisi III DPR Didi Irawadi Syamsuddin mengatakan, pihak kepolisian selama ini terkesan tidak tanggap dalam mengantisipasi tanda-tanda terjadinya konflik.

Padahal, Polri melalui intelijennya sudah harus bisa mencium gelagat sebelum terjadinya konflik itu sendiri. "Sebenarnya kan dari jauh-jauh hari kalau difokuskan, karakter konflik Indonesia bisa dideteksi wilayah konfliknya. Misalnya SARA, persoalan tambang, atau premanisme," katanya dalam diskusi 'Polemik' Sindo Radio di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (1/9/2012).

Dia mengungkapkan, dengan melakukan pemetaan wilayah rawan konflik yang melibatkan lembaga lain, persoalan konflik horizontal bisa dengan cepat diatasi.

"Menteri Agama, para pakar dari kampus, polisi, perlu melakukan evaluasi. Ini untuk melakukan deteksi, dan perbaikan kedepannya, serta melakukan pemetaan wilayah mana dengan potensinya sendiri," tandasnya.
(lil)
Berita Terkini
Kantor Imigrasi Denpasar...
Kantor Imigrasi Denpasar dan 2 Lokasi Lainnya Digeledah KPK, Bukti Elektronik hingga Dokumen Disita
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditahan, Din Syamsuddin Siap Jadi Penjamin
Kuliah Umum di IPDN,...
Kuliah Umum di IPDN, Menko AHY Ajak Praja Taklukkan Tantangan Geografis Indonesia
PDIP Tegaskan Jadi Penyeimbang,...
PDIP Tegaskan Jadi Penyeimbang, Golkar: Entah Apa yang Diseimbangkan, Nanti Rakyat yang Menilai
4 Prajurit TNI Penyiram...
4 Prajurit TNI Penyiram Air Keras ke Andrie Yunus Ajukan Banding
Ubedilah Badrun Bongkar...
Ubedilah Badrun Bongkar Upaya Pembelahan Gerakan Mahasiswa
Infografis
7 Wilayah AS yang Diperoleh...
7 Wilayah AS yang Diperoleh dengan Membeli dan Merebut dari Negara Lain
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved