Polri berusaha tangkap teroris hidup-hidup
Sabtu, 01 September 2012 - 10:39 WIB
Polri berusaha tangkap teroris hidup-hidup
A
A
A
Sindonews.com - Kapolri Jenderal Polisi Timur Pradopo menegaskan, Polri selalu berupaya untuk menangkap seluruh anggota terorisme hidup-hidup, untuk dilakukan proses hukum sesuai aturan yang berlaku.
"Kita berusaha semaksimal mungkin menangkap tersangka ini dalam kondisi hidup. Tapi ternyata mereka melakukan perlawanan, dan anggota terbaik kita yang terbaik gugur," kata Kapolri Jenderal Timur Pradopo usai memimpin upacara militer di Mako Brimob Baciro Polda DIY, Sabtu (1/9/2012).
Dia mengungkapkan, Polri sebenarnya telah melakukan langkah preventif untuk menuntaskan kasus terorisme di Indonesia. "Langkah-langkah yang dilakukan Polri, khususnya Densus-88 Antiteror mulai dari langkah preventif, penyelidikan, hingga penegakan hukum," ujarnya.
Selain itu, dia juga menyayangkan jatuhnya korban jiwa dalam aksi baku tembak yang terjadi di Jalan Veteran, Solo, Jawa Tengah. Apalagi, Bripda Suherman yang tewas dalam kejadian tersebut merupakan salah satu anggota terbaik yang dimiliki Polri.
Sebelumnya, terjadi baku tembak di Jalan Veteran Solo, Jumat 31 Agustus 2012 sekitar pukul 21.30 WIB. Tiga orang tewas, dua diduga pelaku teror Solo, satu petugas Densus 88 Bripda Suherman.
Satu pelaku lain yang masih hidup, diamankan kepolisian. Korban tewas dibawa ke RS Brayat Minulya. Termasuk Bripda Suherman yang tewas di rumah sakit tersebut setelah tak kuasa menahan luka tembakan di perutnya.
"Kita berusaha semaksimal mungkin menangkap tersangka ini dalam kondisi hidup. Tapi ternyata mereka melakukan perlawanan, dan anggota terbaik kita yang terbaik gugur," kata Kapolri Jenderal Timur Pradopo usai memimpin upacara militer di Mako Brimob Baciro Polda DIY, Sabtu (1/9/2012).
Dia mengungkapkan, Polri sebenarnya telah melakukan langkah preventif untuk menuntaskan kasus terorisme di Indonesia. "Langkah-langkah yang dilakukan Polri, khususnya Densus-88 Antiteror mulai dari langkah preventif, penyelidikan, hingga penegakan hukum," ujarnya.
Selain itu, dia juga menyayangkan jatuhnya korban jiwa dalam aksi baku tembak yang terjadi di Jalan Veteran, Solo, Jawa Tengah. Apalagi, Bripda Suherman yang tewas dalam kejadian tersebut merupakan salah satu anggota terbaik yang dimiliki Polri.
Sebelumnya, terjadi baku tembak di Jalan Veteran Solo, Jumat 31 Agustus 2012 sekitar pukul 21.30 WIB. Tiga orang tewas, dua diduga pelaku teror Solo, satu petugas Densus 88 Bripda Suherman.
Satu pelaku lain yang masih hidup, diamankan kepolisian. Korban tewas dibawa ke RS Brayat Minulya. Termasuk Bripda Suherman yang tewas di rumah sakit tersebut setelah tak kuasa menahan luka tembakan di perutnya.
(lil)