Diduga teroris, keluarga tinggalkan Kota Bandung
Sabtu, 01 September 2012 - 05:53 WIB
Diduga teroris, keluarga tinggalkan Kota Bandung
A
A
A
Sindonews.com - Keluarga terduga terorisme MK (30), istrinya berinisial T, dan satu anaknya, sudah dijemput oleh keluarganya untuk meninggalkan Kota Bandung, Jawa Barat.
Mereka dijemput setelah kejadian penangkapan MK oleh Densus 88 Antiteror Mabes Polri, Kamis 30 Agustus 2012 lalu. MK disebut-sebut terlibat penyandang dana jaringan teroris Medan.
Selain itu Densus 88 menggeledah rumahnya yang berada di komplek Cluster Pawenang, RT 003/05, Kelurahan Cisaranten Binaharapan, Kecamatan Arcamanik, Kota Bandung.
"Dijemput kemarin (Kamis 30 Agustus 2012) malam sama keluarganya. Kabarnya ke Karawang ke rumah mertuanya," jelas Satpam komplek Asep Edwar (54), saat ditemui wartawan, Jumat 31 Agustus 2012.
Dia menuturkan, penjemputan terjadi sekira pukul 23.30 WIB, oleh seorang lelaki yang mengaku kakak iparnya. Lelaki ini menjemput istri dan anaknya menggunakan mobil berpelat F atau Bogor.
Disebutkan, istri MK membawa beberapa tas dan kantong kresek berisi pakaian. Asep melihat istri MK syok berat, menangis saat pergi. "Anaknya juga rewel. Bahkan nyebut-nyebut bapaknya," cerita Asep.
Prihal penjemputan keluarga MK, dibenarkan Kapolsek Arcamanik Kompol I Ketut Adi Purnama. "Yang jemput keluarga. Mereka pulang ke rumahnya di Karawang," kata Adi melalui pesan singkatnya.
Mereka dijemput setelah kejadian penangkapan MK oleh Densus 88 Antiteror Mabes Polri, Kamis 30 Agustus 2012 lalu. MK disebut-sebut terlibat penyandang dana jaringan teroris Medan.
Selain itu Densus 88 menggeledah rumahnya yang berada di komplek Cluster Pawenang, RT 003/05, Kelurahan Cisaranten Binaharapan, Kecamatan Arcamanik, Kota Bandung.
"Dijemput kemarin (Kamis 30 Agustus 2012) malam sama keluarganya. Kabarnya ke Karawang ke rumah mertuanya," jelas Satpam komplek Asep Edwar (54), saat ditemui wartawan, Jumat 31 Agustus 2012.
Dia menuturkan, penjemputan terjadi sekira pukul 23.30 WIB, oleh seorang lelaki yang mengaku kakak iparnya. Lelaki ini menjemput istri dan anaknya menggunakan mobil berpelat F atau Bogor.
Disebutkan, istri MK membawa beberapa tas dan kantong kresek berisi pakaian. Asep melihat istri MK syok berat, menangis saat pergi. "Anaknya juga rewel. Bahkan nyebut-nyebut bapaknya," cerita Asep.
Prihal penjemputan keluarga MK, dibenarkan Kapolsek Arcamanik Kompol I Ketut Adi Purnama. "Yang jemput keluarga. Mereka pulang ke rumahnya di Karawang," kata Adi melalui pesan singkatnya.
(mhd)