Terduga teroris, MK dikenal baik di kampus
Jum'at, 31 Agustus 2012 - 16:56 WIB
Terduga teroris, MK dikenal baik di kampus
A
A
A
Sindonews.com - Terduga teroris MK (27) yang diciduk anggota Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Mabes Polri tercatat sebagai alumni Universitas Komputer Indonesia (Unikom) Bandung.
Pihak Unikom membenarkan MK mahasiswanya, yang masuk 2003 dan lulus 2006 di program studi (Prodi) S1 Teknik Informatika.
MK ditangkap setelah Densus 88 menggeledah rumahnya di Komplek Cluster Pawenang, RT 3 RW 5 Kelurahan Cisaranten Binaharapan, Kecamatan Arcamanik, Kota Bandung, Kamis 30 Agustus 2012.
"Dia (MK) alumni kami, masuk ke sini 2003 lulus 2006. Dia tiga tahun lulus karena sebelumnya mahasiswa transfer (pindahan) dari institusi lain di Bandung," kata Ketua Prodi TI Unikom, Mira Kania Sabariah, di Kampus Unikom, Jalan Dipatiukur, Bandung, Jumat (31/8/2012).
Mira mengatakan, MK mahasiswa pindahan dari Stimik PMBI. Malah saat itu Mira menjadi dosen yang mengkonversi nilai-nilai MK ke Unikom dari Stimik PMBI, Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) MK 3,02. Saat lulus MK memiliki IPK 2,94.
Meski mahasiswa pindahan, MK dikenal sebagai mahasiswa yang aktif, vokal saat kuliah di kelas, dan menguasai setiap mata kuliah yang diajarkan. Sehingga ketika tersiar kabar penangkapan MK oleh Densus 88, tentu Mira sangat terkejut.
"Kami terkejut. Selama kuliah di sini dia berpredikat baik, attitude kuliahnya baik, tidak negatif. Ini perlu kami sampaikan, jangan sampai image buruk ke institusi," katanya.
Saat MK masih kuliah, dia menilai tidak ada ada hal yang mencurigakan. MK juga tidak aktif di organisasi apapun di Kampus Unikom, meski ada organisasi masjid dan UKM lainnya. "Kuliah MK serius, di kelas vokal, suka nanya, bukan tipikal pemurung," katanya.
Mira juga pernah mengajar MK. Di kelas, MK termasuk mahasiswa yang rajin bertanya] dan aktif berdiskusi. Selain berperangai baik saat kuliah, pihak kampus juga membekali MK dengan mata kuliah etika dan moral. Sehingga, sambung Mira, Unikom tidak hanya mengajarkan keilmuan bidang TI saja.
"Ya kami bukan institusi pendidikan yang mengarahkan dan mengajarkan tidak baik," tegasnya.
Pihak Unikom membenarkan MK mahasiswanya, yang masuk 2003 dan lulus 2006 di program studi (Prodi) S1 Teknik Informatika.
MK ditangkap setelah Densus 88 menggeledah rumahnya di Komplek Cluster Pawenang, RT 3 RW 5 Kelurahan Cisaranten Binaharapan, Kecamatan Arcamanik, Kota Bandung, Kamis 30 Agustus 2012.
"Dia (MK) alumni kami, masuk ke sini 2003 lulus 2006. Dia tiga tahun lulus karena sebelumnya mahasiswa transfer (pindahan) dari institusi lain di Bandung," kata Ketua Prodi TI Unikom, Mira Kania Sabariah, di Kampus Unikom, Jalan Dipatiukur, Bandung, Jumat (31/8/2012).
Mira mengatakan, MK mahasiswa pindahan dari Stimik PMBI. Malah saat itu Mira menjadi dosen yang mengkonversi nilai-nilai MK ke Unikom dari Stimik PMBI, Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) MK 3,02. Saat lulus MK memiliki IPK 2,94.
Meski mahasiswa pindahan, MK dikenal sebagai mahasiswa yang aktif, vokal saat kuliah di kelas, dan menguasai setiap mata kuliah yang diajarkan. Sehingga ketika tersiar kabar penangkapan MK oleh Densus 88, tentu Mira sangat terkejut.
"Kami terkejut. Selama kuliah di sini dia berpredikat baik, attitude kuliahnya baik, tidak negatif. Ini perlu kami sampaikan, jangan sampai image buruk ke institusi," katanya.
Saat MK masih kuliah, dia menilai tidak ada ada hal yang mencurigakan. MK juga tidak aktif di organisasi apapun di Kampus Unikom, meski ada organisasi masjid dan UKM lainnya. "Kuliah MK serius, di kelas vokal, suka nanya, bukan tipikal pemurung," katanya.
Mira juga pernah mengajar MK. Di kelas, MK termasuk mahasiswa yang rajin bertanya] dan aktif berdiskusi. Selain berperangai baik saat kuliah, pihak kampus juga membekali MK dengan mata kuliah etika dan moral. Sehingga, sambung Mira, Unikom tidak hanya mengajarkan keilmuan bidang TI saja.
"Ya kami bukan institusi pendidikan yang mengarahkan dan mengajarkan tidak baik," tegasnya.
(azh)