Penembakan di Solo, koordinasi intelijen lemah

Jum'at, 31 Agustus 2012 - 16:50 WIB
Penembakan di Solo,...
Penembakan di Solo, koordinasi intelijen lemah
A A A
Sindonews.com - Aksi teror terus terjadi di Kota Solo. Semalam, Kamis 30 Agustus 2012, sekira pukul 21.00 WIB, sebuah pos polisi diberondong tembakan oleh orang tak dikenal dan mengakibatkan seorang petugas dari Polresta, yakni Bripka Dwi Data Subekti (58) tewas.

Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Eva Kusuma Sundari menyatakan, aksi penembakan dan teror di Solo terjadi karena lemagnya koordinasi antara intelijen dan reskrim di jajaran Polres Solo dan Polda Jawa Tengah.

"Betul (evaluasi) gimana tuh koordinasi intel dan reskrim? Lalu apa kapolres responsif terhadap masukan intel? Evaluasi kapolresnya. Ketidakmampuan Kapolres menjaga keamanan harus mendapat hukuman tegas, berupa pencopotan," ujar Eva saat dihubungi wartawan, di Jakarta, Jumat (31/8/2012).

Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini menambahkan, mempertanyakan koordinasi antar aparat dalam menjaga kemanan. Menurutnya sudah sepantasnya jajaran aparat keamanan dievaluasi, supaya teror tidak terjadi kembali.

Seperti diketahui, Menurut keterangan Geger (45), salah satu saksi mata, peristiwa penembakan tersebut terjadi cukup cepat. Saat itu pelaku berhenti di depan pos polisi tersebut.

"Mereka menggunakan motor bebek. Satu pelaku turun dan menembak korban dari jarak dekat. Pelaku yang lain menunggu di atas sepeda motor," terang salah satu karyawan gerai HP di Mal Matahari tersebut.

Menurut Geger, dirinya mendengar sekitar enam tembakan. Warga di sekitar lokasi sempat berusaha mengejar kedua pelaku yang melarikan diri ke arah barat ke Jalan dr Rajiman. Namun langkah massa terhenti karena pelaku juga mengumbar tembakan ke arah warga.
(san)
Berita Terkait
Terkait Penembakan Gamma,...
Terkait Penembakan Gamma, Kapolrestabes Semarang Penuhi Panggilan Komisi III DPR
Pasca Penembakan di...
Pasca Penembakan di Kafe Cengkareng, Lalu Lintas Sepanjang Daan Mogot Lumpuh
Baru Bebas dari Penjara,...
Baru Bebas dari Penjara, Rapper AS Diberondong 64 Peluru
Sempat Pakai Dukun,...
Sempat Pakai Dukun, Kasatpol PP Makassar Rencanakan Pembunuhan Sejak Tahun 2020
Eksekutor Penembakan...
Eksekutor Penembakan Anggota Dishub Merupakan Oknum Anggota Polisi
Senjata Api Eksekutor...
Senjata Api Eksekutor Anggota Dishub Dipesan dari Jaringan Teroris
Berita Terkini
Prabowo, Jokowi, SBY...
Prabowo, Jokowi, SBY Kompak Hadiri Pernikahan Putra Boy Thohir
Hasto Singgung Febrie...
Hasto Singgung Febrie Tak Diborgol: Peringatkan Bahaya Ketidakadilan Hukum
Hari Mangrove Sedunia,...
Hari Mangrove Sedunia, Pemerintah dan APHI Dorong Pengelolaan Berkelanjutan
Prabowo Bentuk 7 Kejari...
Prabowo Bentuk 7 Kejari Baru Lewat Perpres 40 Tahun 2026, Raja Ampat hingga Pangandaran Masuk Daftar
Indonesia Dorong Dewan...
Indonesia Dorong Dewan Keamanan PBB Perkuat Pencegahan Konflik-ASEAN dan Jadi Mitra Perdamaian
Penanganan Kasus Febrie...
Penanganan Kasus Febrie Momentum Penegakan Hukum Tanpa Tebang Pilih
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved