Redam teror Solo dengan 4 pilar berbangsa
Jum'at, 31 Agustus 2012 - 15:42 WIB
Redam teror Solo dengan 4 pilar berbangsa
A
A
A
Sindonews.com- Teror yang kerap terjadi di berbagai daerah dan paling baru di Solo cukup memprihatinkan. Kesenjangan ekonomi atau perbedaan pandangan bisa saja menjadi penyebab teror itu muncul.
Karena itu, untuk meredam teror perlu dilakukan secara maksimal sosialisasi empat pilar berbangsa dan bernegara. Empat pilar itu antara lain, Pancasila, Undang-undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhineka Tunggal Ika.
"Kalau dulu kan berkali-kali ada teror setiap tahun, mudah-mudahan kalau kita sepakat dengan empat pilar itu, teror itu menjadi sedikit. Kekerasan, kerusuhan itu pasti berkurang," tegas Ketua MPR Taufiq Kiemas di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (31/8/2012).
Suami Ketua Umum Partai PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri ini yakin jika empat pilar itu dijalankan, maka tidak akan terjadi lagi kerusuhan, teror maupun kekerasan.
Taufik yakin, teror di Solo tidak ada kaitan dengan tampilnya Wali Kota Solo Joko Widodo (Jokowi) dalam pertarungan memperebutkan kursi DKI satu. Tapi karena kurangnya empat pilar itu tadi.
"Saya rasa enggak ada hubungannya dengan Pilgub DKI Jakarta," pungkas Taufiq.
Seperti diketahui teror di Kota Solo sudah kesekian kalinya terjadi. Tadi malam sekira pukul 21.00 WIB. Sebuah pos polisi diberondong tembakan oleh orang tak dikenal, akibatnya Bripka Dwi Data Subekti (58), anggota Polresta Surakarta, tewas tertembak.
Karena itu, untuk meredam teror perlu dilakukan secara maksimal sosialisasi empat pilar berbangsa dan bernegara. Empat pilar itu antara lain, Pancasila, Undang-undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhineka Tunggal Ika.
"Kalau dulu kan berkali-kali ada teror setiap tahun, mudah-mudahan kalau kita sepakat dengan empat pilar itu, teror itu menjadi sedikit. Kekerasan, kerusuhan itu pasti berkurang," tegas Ketua MPR Taufiq Kiemas di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (31/8/2012).
Suami Ketua Umum Partai PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri ini yakin jika empat pilar itu dijalankan, maka tidak akan terjadi lagi kerusuhan, teror maupun kekerasan.
Taufik yakin, teror di Solo tidak ada kaitan dengan tampilnya Wali Kota Solo Joko Widodo (Jokowi) dalam pertarungan memperebutkan kursi DKI satu. Tapi karena kurangnya empat pilar itu tadi.
"Saya rasa enggak ada hubungannya dengan Pilgub DKI Jakarta," pungkas Taufiq.
Seperti diketahui teror di Kota Solo sudah kesekian kalinya terjadi. Tadi malam sekira pukul 21.00 WIB. Sebuah pos polisi diberondong tembakan oleh orang tak dikenal, akibatnya Bripka Dwi Data Subekti (58), anggota Polresta Surakarta, tewas tertembak.
(lns)