Penembakan Solo jangan dikaitkan dengan Pilgub DKI
Jum'at, 31 Agustus 2012 - 11:35 WIB
Penembakan Solo jangan dikaitkan dengan Pilgub DKI
A
A
A
Sindonews.com - Teror kembali melanda Kota Solo. Bripka Dwi Data Subekti (58), anggota Polresta Surakarta, tewas ditembak orang tak dikenal saat bertugas di Pos Polisi Singosaren, Solo, tadi malam sekitar pukul 21.00 WIB.
Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Hajriyanto Y Thohari menyatakan, terlalu spekutif jika mengaitkan sejumlah penembakan di Solo, Jawa Tengah, dengan Pemilihan Gubernur (PIlgub) DKI Jakarta.
"Terlalu spekulatif mengaitkan penembakan di Solo dengan (Pilgub) di Jakarta," ujar Hajriyanto di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Senayan, Jakarta, Jumat (1/9/2012).
Ketua DPP Partai Golkar ini menilai, terlalu jauh kalau mengaitkan penembakan di Solo dengan Pilgub DKI, sebaiknya aparat kepolisian segera menghentikan kasus tersebut. "Terlalu jauh, bahwa serangkaian penembakan yang terjadi di Solo, merupakan bagian dari Pilgub DKI," terangnya.
Menurutnya, penembakan di Solo yang telah memakan korban harus segera diusut, apalagi yang menjadi korban penembakan adalah aparat kepolisian. "Aparat polisi harap cepat bertindak dan mengusut secara tuntas," pungkasnya.
Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Hajriyanto Y Thohari menyatakan, terlalu spekutif jika mengaitkan sejumlah penembakan di Solo, Jawa Tengah, dengan Pemilihan Gubernur (PIlgub) DKI Jakarta.
"Terlalu spekulatif mengaitkan penembakan di Solo dengan (Pilgub) di Jakarta," ujar Hajriyanto di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Senayan, Jakarta, Jumat (1/9/2012).
Ketua DPP Partai Golkar ini menilai, terlalu jauh kalau mengaitkan penembakan di Solo dengan Pilgub DKI, sebaiknya aparat kepolisian segera menghentikan kasus tersebut. "Terlalu jauh, bahwa serangkaian penembakan yang terjadi di Solo, merupakan bagian dari Pilgub DKI," terangnya.
Menurutnya, penembakan di Solo yang telah memakan korban harus segera diusut, apalagi yang menjadi korban penembakan adalah aparat kepolisian. "Aparat polisi harap cepat bertindak dan mengusut secara tuntas," pungkasnya.
(san)