Ketua KPK: Polri sedang mengatur strategi
Jum'at, 31 Agustus 2012 - 05:24 WIB
Ketua KPK: Polri sedang mengatur strategi
A
A
A
Sindonews.com - Tidak hadirnya empat perwira polisi dalam pemeriksaan yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus dugaan korupsi pengadaan simulator motor dan mobil di Korps Lalu Lintas (Korlantas), diduga karena Polri tengah menyiapkan jawaban untuk penyidik KPK.
Ketua KPK Abraham Samad mengatakan, empat perwira polri yang tidak hadir dalam pemeriksaan Rabu 29 Agustus 2012 lalu, disebabkan Polri tengah menyusun jawaban untuk menjawab pertanyaan penyidiknya.
"Bisa jadi mereka (empat perwira Polri) tidak mau datang karena ingin mempersiapkan diri secara psikologis untuk diperiksa," katanya di Jakarta, Kamis 30 Agustus 2012 malam.
Dia menegaskan, pihaknya tidak pernah mempersoalkan alasan kesalahan penulisan nama, dan jabatan seperti yang diajukan keempat perwira Polri itu. "Kita berbaik sangka saja. Bisa jadi waktu kita tulis namanya itu masih Kompol, padahal sekarang sudah Kompol atau AKBP," ujarnya.
Dia juga memastikan akan segera melakukan pemanggilan kembali kepada keempat orang itu, karena sangat membutuhkan keterangan terkait sejauh mana keterlibatan para tersangka itu. "Tidak jadi soal bagi kita. Kita akan tetap bikin ulang surat panggilannya," ujarnya.
Seperti diketahui, Rabu 29 Agustus 2012 lalu, KPK dijadwalkan memeriksa empat perwira Polri, yakni AKBP Wisnu Budaya, AKBP Wandi Rustiwan, Kompol Endah Purwaningsih, dan Kompol Ni Nyoman Suwartini.
Keempatnya diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Irjen Pol Djoko Susilo. Keempatnya juga diketahui sebagai panitia lelang pada proyek pengadaan simulator mobil dan motor senilai Rp198,6 miliar tersebut.
Ketua KPK Abraham Samad mengatakan, empat perwira polri yang tidak hadir dalam pemeriksaan Rabu 29 Agustus 2012 lalu, disebabkan Polri tengah menyusun jawaban untuk menjawab pertanyaan penyidiknya.
"Bisa jadi mereka (empat perwira Polri) tidak mau datang karena ingin mempersiapkan diri secara psikologis untuk diperiksa," katanya di Jakarta, Kamis 30 Agustus 2012 malam.
Dia menegaskan, pihaknya tidak pernah mempersoalkan alasan kesalahan penulisan nama, dan jabatan seperti yang diajukan keempat perwira Polri itu. "Kita berbaik sangka saja. Bisa jadi waktu kita tulis namanya itu masih Kompol, padahal sekarang sudah Kompol atau AKBP," ujarnya.
Dia juga memastikan akan segera melakukan pemanggilan kembali kepada keempat orang itu, karena sangat membutuhkan keterangan terkait sejauh mana keterlibatan para tersangka itu. "Tidak jadi soal bagi kita. Kita akan tetap bikin ulang surat panggilannya," ujarnya.
Seperti diketahui, Rabu 29 Agustus 2012 lalu, KPK dijadwalkan memeriksa empat perwira Polri, yakni AKBP Wisnu Budaya, AKBP Wandi Rustiwan, Kompol Endah Purwaningsih, dan Kompol Ni Nyoman Suwartini.
Keempatnya diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Irjen Pol Djoko Susilo. Keempatnya juga diketahui sebagai panitia lelang pada proyek pengadaan simulator mobil dan motor senilai Rp198,6 miliar tersebut.
(lil)