Relokasi tergantung warga Syiah
Kamis, 30 Agustus 2012 - 20:34 WIB
Relokasi tergantung warga Syiah
A
A
A
Sindonews.com - Dalam kasus tragedi di Sampang, Madura, Jawa Timur, pemerintah pusat dan Pemerintah Daerah (Pemda) terus melakukan koordinasi untuk menuntaskan permasalahan tersebut.
Pemerintah melalui Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi menyatakan, pemerintah tengah bekerja untuk mencari solusi terhadap warga Syiah di Sampang, Jawa Timur, apakah mau direlokasi atau tidak, tentu harus dirembukkan dengan warga.
"Saya bicara dengan Gubernur (Jawa Timur), Gubernur masih tanyakan masyarakat mau mereka seperti apa. Jadi tidak ada kebijakan pemerintah yang langsung memindahkan," kata Gamawan di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (30/8/2012).
Warga Syiah di Sampang merupakan bagian warga negara yang wajib mendapat perlindungan dari negara, tentu akan dicarikan solusi yang terbaik.
Sementara itu, lanjut Gamawan, anak-anak yang ada dalam pengungsian tetap harus melakukan proses belajar sebagaimana mestinya. Tambahnya, agar anak-anak tidak ada yang putus sekolah, hanya karena permasalahan itu.
"Sehingga tidak ada anak-anak yang tidak sekolah," kata dia.
Jika warga Syiah tetap mau tinggal di rumahnya yang sudah hangus, maka akan menjadi korban amuk massa. Oleh sebab itu, pemerintah akan membantu dalam proses perbaikan rumah, dan keselamatan tiap warga yang ada di Indonesia.
"Kalau mereka (warga Syiah) mau tetap di situ (tempat kejadian perkara), kami bantu pembangunan tempat tinggalnya dan kita jamin keselamatannya," kata mantan Gubernur Sumatera Barat itu.
Pemerintah melalui Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi menyatakan, pemerintah tengah bekerja untuk mencari solusi terhadap warga Syiah di Sampang, Jawa Timur, apakah mau direlokasi atau tidak, tentu harus dirembukkan dengan warga.
"Saya bicara dengan Gubernur (Jawa Timur), Gubernur masih tanyakan masyarakat mau mereka seperti apa. Jadi tidak ada kebijakan pemerintah yang langsung memindahkan," kata Gamawan di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (30/8/2012).
Warga Syiah di Sampang merupakan bagian warga negara yang wajib mendapat perlindungan dari negara, tentu akan dicarikan solusi yang terbaik.
Sementara itu, lanjut Gamawan, anak-anak yang ada dalam pengungsian tetap harus melakukan proses belajar sebagaimana mestinya. Tambahnya, agar anak-anak tidak ada yang putus sekolah, hanya karena permasalahan itu.
"Sehingga tidak ada anak-anak yang tidak sekolah," kata dia.
Jika warga Syiah tetap mau tinggal di rumahnya yang sudah hangus, maka akan menjadi korban amuk massa. Oleh sebab itu, pemerintah akan membantu dalam proses perbaikan rumah, dan keselamatan tiap warga yang ada di Indonesia.
"Kalau mereka (warga Syiah) mau tetap di situ (tempat kejadian perkara), kami bantu pembangunan tempat tinggalnya dan kita jamin keselamatannya," kata mantan Gubernur Sumatera Barat itu.
(mhd)