Periksa Rusli, KPK dapat dukungan Golkar
Kamis, 30 Agustus 2012 - 18:41 WIB
Periksa Rusli, KPK dapat dukungan Golkar
A
A
A
Sindonews.com - Pemanggilan Gubernur Riau yang juga kader Partai Golkar Rusli Zainal oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), didukung oleh partai berlambang pohon beringin.
Bendahara Umum Partai Golkar Setya Novanto menyatakan, Golkar tidak pernah mempermasalahkan KPK memeriksa Ruzli Zainal. Sikap Golkar ini untuk mendukung proses hukum yang sedang berjalan.
"Saya rasa, kalau beliau (Rusli Zainal) diperiksa (oleh KPK) untuk mendukung proses hukum ya memang layak. Karena dia sebagai saksi tentunya harus memberikan suatu verifikasi," kata pri yang juga menjabat sebagai Ketua Fraksi Partai Golkar di DPR ini, di Jakarta, Kamis (30/8/2012).
Dia berharap, Rusli dapat kooperatif dalam memberikan keterangan terhadap lembaga adhoc itu dengan benar.
Pemeriksaan sebagai saksi tentu merupakan kesempatan yang baik untuk mengklarifikasi, atau memberikan keterangan lainnya untuk membantu KPK. Biar KPK yang memutuskan secara hukum.
"Kita percayakan kepada KPK untuk lebih jauh melakukan klarifikasi, memeriksa, juga melihat kebenaran-kebenara itu," tandasnya.
Sebagaimana diketahui, nama Rusli kerap kali disebut oleh terdakwa, maupun saksi kasus suap PON Riau. Di persidangan terdakwa Rahmat, Manajer Adhi Karya Diki Aldianto mengaku telah memberi Rp500 juta untuk Rusli sebagai uang terima kasih penambahan dana PON.
Uang itu diserahkan ke Kadispora Riau Lukman Abbas, lalu diterima ajudan Rusli, Said Faisal.
Selain itu, di sidang terdakwa Eka Dharma Putra, giliran Lukman yang mengaku telah disuruh Rusli menyiapkan 'uang lelah' Rp1,8 miliar. Dia juga mengaku menyetor USD1,05 juta ke sejumlah anggota DPR untuk meloloskan proposal tambahan dana PON dari APBN Perubahan.
Bendahara Umum Partai Golkar Setya Novanto menyatakan, Golkar tidak pernah mempermasalahkan KPK memeriksa Ruzli Zainal. Sikap Golkar ini untuk mendukung proses hukum yang sedang berjalan.
"Saya rasa, kalau beliau (Rusli Zainal) diperiksa (oleh KPK) untuk mendukung proses hukum ya memang layak. Karena dia sebagai saksi tentunya harus memberikan suatu verifikasi," kata pri yang juga menjabat sebagai Ketua Fraksi Partai Golkar di DPR ini, di Jakarta, Kamis (30/8/2012).
Dia berharap, Rusli dapat kooperatif dalam memberikan keterangan terhadap lembaga adhoc itu dengan benar.
Pemeriksaan sebagai saksi tentu merupakan kesempatan yang baik untuk mengklarifikasi, atau memberikan keterangan lainnya untuk membantu KPK. Biar KPK yang memutuskan secara hukum.
"Kita percayakan kepada KPK untuk lebih jauh melakukan klarifikasi, memeriksa, juga melihat kebenaran-kebenara itu," tandasnya.
Sebagaimana diketahui, nama Rusli kerap kali disebut oleh terdakwa, maupun saksi kasus suap PON Riau. Di persidangan terdakwa Rahmat, Manajer Adhi Karya Diki Aldianto mengaku telah memberi Rp500 juta untuk Rusli sebagai uang terima kasih penambahan dana PON.
Uang itu diserahkan ke Kadispora Riau Lukman Abbas, lalu diterima ajudan Rusli, Said Faisal.
Selain itu, di sidang terdakwa Eka Dharma Putra, giliran Lukman yang mengaku telah disuruh Rusli menyiapkan 'uang lelah' Rp1,8 miliar. Dia juga mengaku menyetor USD1,05 juta ke sejumlah anggota DPR untuk meloloskan proposal tambahan dana PON dari APBN Perubahan.
(mhd)