Anggota Densus larang wartawan ambil gambar
Kamis, 30 Agustus 2012 - 16:55 WIB
Anggota Densus larang wartawan ambil gambar
A
A
A
Sindonews.com - Anggota Detasemen Khusus (Densus) melarang sejumlah wartawan untuk mengambil gambar saat penggerebekan berlangsung. Bahkan, Anggota Densus 88 meminta kepada wartawan untuk menghapus foto yang sudah diambil para wartawan.
sejumlah wartawan yang meliput penggerebekan di Perumahan Cluster Pewenang No A3, RT 3 RW 5, Kelurahan Cisaranten Bina Harapan, Kecamatan Arcamanik, Kota Bandung, Kamis (30/8/2012) mendapat penghadangan Tim Densus 88 Anti Teror Mabes Polri.
Awalnya, wartawan sempat mengabadikan momen dengan kamera BB. Namun setelah mengambil foto, tiba-tiba dua orang anggota Densus 88 yang memakai penutup kepala langsung menghampiri dan meminta wartawan untuk menghapus foto.
Bahkan dua orang jurnalis online Baban Gandapurnama (29) dan Ahmad Sayuti (28) yang sedang mengambil foto menggunakan kamera ponselnya dihapus oleh dua orang petugas densus.
"Anggota (Densus) ambil BB saya dan langsung menghapus foto. Dia bilang, boleh ambil foto setelah ini (penggerebekan) selesai," jelas Baban menjelaskan kepada wartawan, Kamis (30/8/2012).
Meski sempat dibuat kesal, namun kedua wartawan online itu tidak mempermasalahkannya. "Padahal tadi foto bagus. Tapi anggota mintanya baik-baik, jadi tidak masalah," katanya.
Akhirnya sekitar pukul 14.45 WIB penggerebekan usai. Terpantau sekitar 10 mobil dengan berbagai plat nomor luar Bantung itu langsung meninggalkan lokasi.
Setelah anggota Densus meninggalkan lokasi, para wartawan langsung menhampiri rumah terduga teroris. Selain wartawan, terlihat juga beberapa warga berduyun-duyun melihat lokasi penggerebekan.
sejumlah wartawan yang meliput penggerebekan di Perumahan Cluster Pewenang No A3, RT 3 RW 5, Kelurahan Cisaranten Bina Harapan, Kecamatan Arcamanik, Kota Bandung, Kamis (30/8/2012) mendapat penghadangan Tim Densus 88 Anti Teror Mabes Polri.
Awalnya, wartawan sempat mengabadikan momen dengan kamera BB. Namun setelah mengambil foto, tiba-tiba dua orang anggota Densus 88 yang memakai penutup kepala langsung menghampiri dan meminta wartawan untuk menghapus foto.
Bahkan dua orang jurnalis online Baban Gandapurnama (29) dan Ahmad Sayuti (28) yang sedang mengambil foto menggunakan kamera ponselnya dihapus oleh dua orang petugas densus.
"Anggota (Densus) ambil BB saya dan langsung menghapus foto. Dia bilang, boleh ambil foto setelah ini (penggerebekan) selesai," jelas Baban menjelaskan kepada wartawan, Kamis (30/8/2012).
Meski sempat dibuat kesal, namun kedua wartawan online itu tidak mempermasalahkannya. "Padahal tadi foto bagus. Tapi anggota mintanya baik-baik, jadi tidak masalah," katanya.
Akhirnya sekitar pukul 14.45 WIB penggerebekan usai. Terpantau sekitar 10 mobil dengan berbagai plat nomor luar Bantung itu langsung meninggalkan lokasi.
Setelah anggota Densus meninggalkan lokasi, para wartawan langsung menhampiri rumah terduga teroris. Selain wartawan, terlihat juga beberapa warga berduyun-duyun melihat lokasi penggerebekan.
(azh)