Rumah terduga teroris digerebek Densus 88
Kamis, 30 Agustus 2012 - 15:18 WIB
Rumah terduga teroris digerebek Densus 88
A
A
A
Sindonews.com - Sebuah rumah terduga teroris di Perumahan Cluster Pewenang, Kelurahan Cisaranten Bina Harapan, Kecamatan Arcamanik, Kota Bandung, Jawa Barat (Jabar) digerebek Tim Densus Anti Teror 88 Mabes Polri.
Penggerebekan yang berlangsung sejak pukul 14.00 WIB, Kamis (30/8/2012), berjalan secara tertutup dengan pengawalan puluhan polisi berseragam dan berpakaian preman.
Dari pantauan, Tim Densus yang berjumlah belasan ini melakukan penggerebekan dengan berpakaian preman, bertutup kepala, dan bersenjata lengkap laras panjang.
Petugas terlihat tengah menggerebek rumah sebelah kanan yang letaknya dua rumah dari pintu gerbang. Rumah yang terpantau satu lantai tersebut berwarna cream dan orange. Di halaman rumah tersebut terlihat ada sebuah mobil yang ditutupi oleh terpal.
Beberapa warga sekitar lokasi menyebutkan, jika perumahan yang digerebek oleh polisi tersebut baru saja selesai dibangun setahun lalu.
"Berarti itu pelakunya belum lama tinggal di sini. Soalnya itu perumahan baru. Kira-kira baru satu tahun," ujar seorang warga.
Saat ini, lokasi penggerebekan menjadi tontonan warga sekitar. Namun, baik warga dan wartawan dilarang mendekati lokasi hingga jarak 20 meter.
Penggerebekan yang berlangsung sejak pukul 14.00 WIB, Kamis (30/8/2012), berjalan secara tertutup dengan pengawalan puluhan polisi berseragam dan berpakaian preman.
Dari pantauan, Tim Densus yang berjumlah belasan ini melakukan penggerebekan dengan berpakaian preman, bertutup kepala, dan bersenjata lengkap laras panjang.
Petugas terlihat tengah menggerebek rumah sebelah kanan yang letaknya dua rumah dari pintu gerbang. Rumah yang terpantau satu lantai tersebut berwarna cream dan orange. Di halaman rumah tersebut terlihat ada sebuah mobil yang ditutupi oleh terpal.
Beberapa warga sekitar lokasi menyebutkan, jika perumahan yang digerebek oleh polisi tersebut baru saja selesai dibangun setahun lalu.
"Berarti itu pelakunya belum lama tinggal di sini. Soalnya itu perumahan baru. Kira-kira baru satu tahun," ujar seorang warga.
Saat ini, lokasi penggerebekan menjadi tontonan warga sekitar. Namun, baik warga dan wartawan dilarang mendekati lokasi hingga jarak 20 meter.
(azh)