SBY: Bandung lautan api, kini lautan Iptek
Kamis, 30 Agustus 2012 - 15:17 WIB
SBY: Bandung lautan api, kini lautan Iptek
A
A
A
Sindonews.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) optimis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) di Indonesia bisa bangkit, bahkan sejajar dengan negara maju lainnya.
Optimisme ini merupakan apresiasi Presiden atas digelarnya puncak Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Harteknas) di Bandung, Jawa Barat.
Menurut Presiden, Kota Kembang ini bisa menjadi salah satu kota di Indonesia yang perkembangan Ipteknya paling maju. Bahkan Presiden mengeluarkan ungkapan khusus untuk mengapresiasi Harteknas di Bandung ini.
"Harteknas kali ini di Bandung. Dulu dikenal Bandung Lautan Api, Alhamdulillah sekarang jadi lautan Iptek," kata SBY, dalam sambutan Puncak Peringatan Hakteknas ke-17 di Gedung Merdeka, Bandung, Jawa Barat, Kamis (30/8/2012).
Pernyataan SBY tersebut mendapat tepuk tangan meriah dari ratusan undangan, antara lain Gubernur Jabar Ahmad Heryawan dan istrinya, termasuk rombongan SBY yakni beberapa anggota Kabinet Indonesia Bersatu II.
"Dalam 10-20 tahun lagi, Bandung akan jadi lautan inovasi dan kemajuan," tambah SBY, yang mengenakan batik lengan panjang warna ungu tua.
Bandung menjadi cikal bakal didirikannya kampus teknik di Indonesia, yakni Institut Teknologi Bandung (ITB). Kemudian juga menjadi pusat industri strategis termasuk di bidang pertahanan, PT Pindad dan PT Dirgantara Indonesia.
Presiden meyakini, industri ini akan mengubah bangsa Indonesia. "Maka tidak keliru jika Harteknas ini akan menjadikan negeri ini maju," kata Ketua Dewan Penasehat Partai Demokrat ini.
Apalagi secara historis Bandung erat dengan berbagai gerakan kebangkitan. Misalnya di gedung tempat digelarnya puncak Harteknas ini, yakni Gedung Merdeka.
Gedung Merdeka memiliki sejarah yang besar di mana pada 1955 negara dari Asia dan Afrika berkumpul untuk menggelar konferensi Asia-Afrika atau dikenal juga dengan istilah Konferensi Bandung.
Kemudian sejarah terulang pada 2005 lalu konferensi serupa digelar yang diikuti oleh negara-negara Asia Afrika generiasi kedua.
"Pada 1955 tujuannya untuk membangun solidaritas melawan penjajahan menuju kemerdekaan, memperjuangan kawasan dunia yang damai, adil dan sejahtera. Dan pada 2005 lalu kita deklarasikan The New Strategic Parnership Asia Afrika," urai SBY.
Dia berharap, di gedung yang bersejarah ini bisa membawa semangat baru untuk kemajuan Indonesia. Selain itu, SBY juga mengaku senang dengan topik Harteknas ini, yakni inovasi untuk Kemandirian Bangsa dengan tagline Bandung Lautan Iptek.
"Saya senang topik Harteknas yang relevan dan tepat ini, inovasi untuk kemandirian bangsa. Tema Ini mengajak kita untuk berkarya besar. Dengan berpikir besar bangsa ini akan jadi besar," ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, SBY dan rombongan sempat melihat-lihat pameran mobil listrik buatan anak bangsa yang ada di Jalan Braga. Sekira pukul 12.00 WIB, SBY dan rombongan bertolak kembali ke Jakarta.
Optimisme ini merupakan apresiasi Presiden atas digelarnya puncak Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Harteknas) di Bandung, Jawa Barat.
Menurut Presiden, Kota Kembang ini bisa menjadi salah satu kota di Indonesia yang perkembangan Ipteknya paling maju. Bahkan Presiden mengeluarkan ungkapan khusus untuk mengapresiasi Harteknas di Bandung ini.
"Harteknas kali ini di Bandung. Dulu dikenal Bandung Lautan Api, Alhamdulillah sekarang jadi lautan Iptek," kata SBY, dalam sambutan Puncak Peringatan Hakteknas ke-17 di Gedung Merdeka, Bandung, Jawa Barat, Kamis (30/8/2012).
Pernyataan SBY tersebut mendapat tepuk tangan meriah dari ratusan undangan, antara lain Gubernur Jabar Ahmad Heryawan dan istrinya, termasuk rombongan SBY yakni beberapa anggota Kabinet Indonesia Bersatu II.
"Dalam 10-20 tahun lagi, Bandung akan jadi lautan inovasi dan kemajuan," tambah SBY, yang mengenakan batik lengan panjang warna ungu tua.
Bandung menjadi cikal bakal didirikannya kampus teknik di Indonesia, yakni Institut Teknologi Bandung (ITB). Kemudian juga menjadi pusat industri strategis termasuk di bidang pertahanan, PT Pindad dan PT Dirgantara Indonesia.
Presiden meyakini, industri ini akan mengubah bangsa Indonesia. "Maka tidak keliru jika Harteknas ini akan menjadikan negeri ini maju," kata Ketua Dewan Penasehat Partai Demokrat ini.
Apalagi secara historis Bandung erat dengan berbagai gerakan kebangkitan. Misalnya di gedung tempat digelarnya puncak Harteknas ini, yakni Gedung Merdeka.
Gedung Merdeka memiliki sejarah yang besar di mana pada 1955 negara dari Asia dan Afrika berkumpul untuk menggelar konferensi Asia-Afrika atau dikenal juga dengan istilah Konferensi Bandung.
Kemudian sejarah terulang pada 2005 lalu konferensi serupa digelar yang diikuti oleh negara-negara Asia Afrika generiasi kedua.
"Pada 1955 tujuannya untuk membangun solidaritas melawan penjajahan menuju kemerdekaan, memperjuangan kawasan dunia yang damai, adil dan sejahtera. Dan pada 2005 lalu kita deklarasikan The New Strategic Parnership Asia Afrika," urai SBY.
Dia berharap, di gedung yang bersejarah ini bisa membawa semangat baru untuk kemajuan Indonesia. Selain itu, SBY juga mengaku senang dengan topik Harteknas ini, yakni inovasi untuk Kemandirian Bangsa dengan tagline Bandung Lautan Iptek.
"Saya senang topik Harteknas yang relevan dan tepat ini, inovasi untuk kemandirian bangsa. Tema Ini mengajak kita untuk berkarya besar. Dengan berpikir besar bangsa ini akan jadi besar," ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, SBY dan rombongan sempat melihat-lihat pameran mobil listrik buatan anak bangsa yang ada di Jalan Braga. Sekira pukul 12.00 WIB, SBY dan rombongan bertolak kembali ke Jakarta.
(mhd)