Pengikut Syiah di Indonesia diklaim capai 5 juta
Kamis, 30 Agustus 2012 - 08:44 WIB
Pengikut Syiah di Indonesia diklaim capai 5 juta
A
A
A
Sindonews.com - Tokoh Syiah Jalaluddin Rakhmat alias Kang Jalal mengatakan, Jawa Barat merupakan kantong terbesar pengikut Syiah di Indonesia. Namun begitu, Jalal tidak memberitahu berapa jumlah para pengikut itu.
"Kantongnya berdasarkan rating, satu Bandung atau Jawa Barat, kedua Makasasr, ketiga Jakarta," ujar Jalal saat diskusi "Napak tilas perjalanan Syiah Kang Jalal" di Rumahnya, Jalan Kemang Rasa, Jakarta Selatan, Rabu 29 Agustus 2012 malam.
Sementara di Sampang, Jawa Timur, sambung Jalal, merupakn kantong pengikut Syiah yang paling kecil. "Di Sampang sekitar tujuh ratusan lebih (pengikut Syiah)," terangnya.
Dari hasil penelitian terhadap pengikut Syiah di Indonesia, Jalal memperkirakan, paling sedikit ada 500 ribu orang pengikut Syiah. Perkiraan tertinggi sekitar sekira 5 juta orang. Namun Jalal memprediksi, pengikut Syiah yang menjalankan ajarannya di Indonesia hanya berkisar 2,5 juta orang.
"Orang Syiah tidak tampak sebagai Syiah. Mereka memperaktikkan, menyembunyiakan identitas diri, dan memelihara persatuan," terangnya.
Untuk menghindari konflik, pengikut Syiah memilih tidak membangun masjid dan rumah ibadah secara khusus, layaknya pengikut Ahmadiyah di Indonesia. Hal itu untuk menghindari provokasi yang dapat berujung pada bentrok atau aksi kekerasan serupa lainnya.
"Mereka terbuka (beribadah), (secara) umumnya Syiah tidak punya masjid. Kita mencintai persatuan daripada masjid," pungkasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, kekerasan terhadap pengikut Syiah di Kabupaten Sampang, kembali terjadi. Puluhan rumah milik pengikut Syiah di Desa Karang Gayam, Kecamatan Omben, dan Desa Bluuran, Kecamatan Karang Penang, hangus dibakar. Bahkan, dua orang pengikut Syiah tewas dibunuh.
"Kantongnya berdasarkan rating, satu Bandung atau Jawa Barat, kedua Makasasr, ketiga Jakarta," ujar Jalal saat diskusi "Napak tilas perjalanan Syiah Kang Jalal" di Rumahnya, Jalan Kemang Rasa, Jakarta Selatan, Rabu 29 Agustus 2012 malam.
Sementara di Sampang, Jawa Timur, sambung Jalal, merupakn kantong pengikut Syiah yang paling kecil. "Di Sampang sekitar tujuh ratusan lebih (pengikut Syiah)," terangnya.
Dari hasil penelitian terhadap pengikut Syiah di Indonesia, Jalal memperkirakan, paling sedikit ada 500 ribu orang pengikut Syiah. Perkiraan tertinggi sekitar sekira 5 juta orang. Namun Jalal memprediksi, pengikut Syiah yang menjalankan ajarannya di Indonesia hanya berkisar 2,5 juta orang.
"Orang Syiah tidak tampak sebagai Syiah. Mereka memperaktikkan, menyembunyiakan identitas diri, dan memelihara persatuan," terangnya.
Untuk menghindari konflik, pengikut Syiah memilih tidak membangun masjid dan rumah ibadah secara khusus, layaknya pengikut Ahmadiyah di Indonesia. Hal itu untuk menghindari provokasi yang dapat berujung pada bentrok atau aksi kekerasan serupa lainnya.
"Mereka terbuka (beribadah), (secara) umumnya Syiah tidak punya masjid. Kita mencintai persatuan daripada masjid," pungkasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, kekerasan terhadap pengikut Syiah di Kabupaten Sampang, kembali terjadi. Puluhan rumah milik pengikut Syiah di Desa Karang Gayam, Kecamatan Omben, dan Desa Bluuran, Kecamatan Karang Penang, hangus dibakar. Bahkan, dua orang pengikut Syiah tewas dibunuh.
(san)