Kerusuhan sebenarnya bisa diantisipasi

Selasa, 28 Agustus 2012 - 08:05 WIB
Kerusuhan sebenarnya...
Kerusuhan sebenarnya bisa diantisipasi
A A A
Sindonews.com - Kasus kerusuhan yang terjadi di Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang sebenarnya bisa diantisipasi sejak awal. Sebelum meletus konflik hingga menelan korban jiwa, terlebih dulu sudah ada aksi penghadangan antara kedua belah pihak.

Demikian hasil dari investigasi internal yang dilakukan kalangan Aktivis Muda Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Sampang. Koordinator Aktivis Muda NU Sampang Moh Roohil Abdillah menuturkan, seperti warga lain, Lebaran menjadi ajang untuk mudik bagi sebagian anak warga pengikut aliran Syiah di Desa Karanggayam dan Bluuran.

Saat itu ada sekitar 20 orang anak pengikut Syiah yang mudik dan hendak pulang kembali ke pondok pesantren. “Nah, saat hendak pulang ke pondok pesantren tersebut, sebanyak 20 orang anak dicegat oleh kelompok lain. Saat itulah saling bersitegang,” ujarnya di Jakarta, Senin, 27 Agustus 2012.

Roohil menjelaskan, dari hasil investigasi yang dilakukan, anak pengikut aliran Syiah tersebut dicegat oleh pengikut aliran lain yang berjumlah 30 orang dengan mengendarai sepeda motor.

Mereka dipaksa pulang ke rumah masing-masing, tidak diperbolehkan lagi kembali ke pondok pesantrennya di Pulau Jawa. Tidak hanya menghadang anak yang hendak kembali ke pondok pesantren. Menurutnya, para pengikut aliran yang lain juga menghalau orang tua yang mengantar anak yang hendak kembali menuntut ilmu di pondok pesantren tersebut. Aksi penghadangan dan penghalauan tersebut pun memantik reaksi dari anggota aliran Syiah.

Dari siaran pers yang diterima, Iklil, kakak ustad Syiah, Tajul Muluk, yang berada di sekitar lokasi menuturkan, ratusan massa pelaku adalah orang sama yang pernah membakar dan meneror mereka pada 29 Desember 2011. Iklil mengungkapkan bahwa sebelumnya sudah ada ancaman-ancaman penyerangan yang direncanakan seusai Lebaran. Tiga hari sebelum penyerangan pada Minggu itu, sudah terjadi sweeping terhadap warga Syiah.

Warga Syiah yang terkena sweeping dilarang keluar dari kampung. Minggu sekitar pukul 9 pagi, Iklil menelepon Polsek Omben dan menelepon Polres Sampang untuk menginformasikan ada eskalasi massa yang mencekam di sekitar kampungnya. "Laporan via telepon itu diterima dan ditanggapi dengan janji akan mengirimkan anggota polisi ke TKP. Terlihat di sekitar TKP tidak lebih dari lima orang personel kepolisian yang berada di sana,” katanya.

Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH A Hasyim Muzadi mengingatkan ulama dan tokoh masyarakat di Sampang agar kembali menegakkan ukhuwah Islamiyah karena ideologi tidak bisa hilang dengan kekerasan, tapi dengan dakwah dan hikmah.

Sebaliknya, kepada pengikut Syiah, Hasyim meminta mereka untuk tidak suka menghujat sekte lain yang mayoritas masyarakat secara terbuka seperti menghujat sahabat Rasulullah selain Sayidina Ali karena itu akan memicu konflik.

“Selanjutnya umat Islam harus mewaspadai unsur-unsur adu domba yang bisa saja datang dari kalangan Islam sendiri maupun luar Islam yang Islamophobia, dan ateistis serta kelompok kelompok yang senang akan ada pertikaian dan kekerasan di kalangan umat Islam, dan kemudian melaporkannya ke luar negeri guna merusak nama Islam dan Indonesia,” ungkap pengasuh Ponpes Al Hikam ini.
(lil)
Berita Terkini
Prabowo Pimpin Rapat...
Prabowo Pimpin Rapat 5 Jam soal Koperasi Desa Merah Putih di Istana, Ini Hasilnya
Di Forum BRICS 2026,...
Di Forum BRICS 2026, KSPSI AGN Dorong AI Berpihak pada Pekerja
Kejagung Ralat Pernyataan,...
Kejagung Ralat Pernyataan, Status Febrie Adriansyah Tetap Tersangka di 3 Sprindik Baru
Rismon: Jokowi Tak Ingin...
Rismon: Jokowi Tak Ingin Hukum Roy Suryo dan Dokter Tifa, hanya Ingin Polemik Ijazah Tuntas
Dongkrak Ekonomi Perdesaan,...
Dongkrak Ekonomi Perdesaan, 10 Asosiasi Desa Dukung Kopdes Merah Putih
Wamenhaj Dorong Semangat...
Wamenhaj Dorong Semangat 'Travel Beyond Profit' di Mukernas III ASPHIRASI
Infografis
5 Makanan yang Bisa...
5 Makanan yang Bisa Atasi Stres Akibat Kesepian
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved