Konflik Sampang, jangan merembet ke daerah lain!

Selasa, 28 Agustus 2012 - 04:53 WIB
Konflik Sampang, jangan...
Konflik Sampang, jangan merembet ke daerah lain!
A A A
Sindonews.com - Dampak bentrokan antara kelompok Sunni-Syiah di Sampang, Madura, Minggu 26 Agustus 2011 harus diisolasi. Pemerintah harus mewaspadai kemungkinan bentrokan merembet ke daerah lain seperti di Pasuruan, dan Jember.

Dialog antara tokoh masyarakat dan agama diyakini mampu meredam dampak bentrokan di Sampang. Di Jember, wilayah penganut Syiah berada di Kecamatan Puger dan Panti.Sedangkan di Pasuruan berbasis di Pondok Pesantren Ponpes Al Ma’hadul Islam Yayasan Pesantren Islam (YAPI). Selain di dua tempat itu, penganut Syiah juga ada yang tinggal di Surabaya. Mereka memiliki basis kegiatan ada di Jalan Mrutu Kalianyar,Wonokusumo, Surabaya.

”Kasus Sampang terjadi pada siang hari, malam itu juga kami langsung terjun ke warga Syiah dan Sunni di Kecamatan Puger,” kata Kapolres Jember AKBP Jayadi di sela-sela koordinasi antara Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan DPRD, di Jember, Senin 27 Agustus 2012.

Menilik sejarahnya, kasus antara Syiah dan Sunni pernah mencuat di Kecamatan Puger, Jember, dua bulan lalu. Jayadi berharap kasus pertikaian berlatar perbedaan pemahaman Islam tersebut tidak merembet ke Jember.

”Kita upayakan adanya dialog bersama antar kelompok. Makanya, saat ini kita upayakan pengamanan yang sifatnya masih normal dan normatif,” katanya.

Sejauh ini, basis Syiah di Puger dan Panti,tergolong kondusif. Ketua Komisi D DPRD Jember Ayub Junaedi menuturkan, persoalan keyakinan sebenarnya tidak mungkin bisa dipaksakan.
”Satu-satunya upaya yang bisa dilakukan hanya melakukan pendekatan dengan cara dialog secara terus menerus,” kata Ayub.

Di tempat terpisah, untuk mencegah merembetnya bentrokan di Sampang,Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, menggelar komunikasi dengan sejumlah tokoh agama di Polsek Semampir. Mereka terdiri dari perwakilan kelompok Syiah, Sunni, organisasi kemasyarakatan (Ormas) Islam, Departemen Agama serta Muspika. Selain menjalin silaturahmi, acara ini juga membuat kesepahaman untuk tidak bertikai meski berbeda paham. Sebaliknya, hidup rukun dan saling bertoleransi harus tetap dijaga.

”Sunni dan Syiah adalah saudara dan satu agama. Dibanding perbedaan, kita justru memiliki banyak kesamaan. Selama ini pengikut Syiah di Semampir juga tak pernah ada masalah dengan warga sekitar,” kata perwakilan kelompok Syiah Achmad Rusdi.

Rusdi menyebutkan, di Surabaya penganut Syiah mencapai lebih dari 50 orang. Basis kegiatan ada di Jalan Mrutu Kalianyar,Wonokusumo. ”Setiap malam Jumat kami berkumpul untuk kegiatan membaca doa bersama,” tambah Rusdi.

Pada kesempatan sama, Wakapolres Pelabuhan Tanjung Perak, Kompol Kholilur Rahman mengatakan, bahwa polisi akan terus menjaga dan menciptakan suasana kondusif. Penanganan agak berbeda dilakukan Polres Pasuruan. Mereka memantau ketat aktivitas di Ponpes Ma’hadul Islami YAPI Bangil, Pasuruan. Pada 2011 lalu, Ponpes YAPI pernah diserang sekelompok orang tak di kenal. Meski tidak ada korban jiwa, tapi sejumlah bangunan ponpes rusak akibat lemparan batu. Kemarin, sejumlah polisi secara bergantian mengamankan pesantren.

Mereka juga berpatroli menggunakan mobil patroli polisi. Menurut bendahara Ponpes YAPI Bangil, Ahmad, pesantrennya kini sedang libur, sehingga tidak ada aktivitas apa pun.

”Para santri baru akan mulai masuk pada 1 September mendatang. Kami telah libur sepekan menjelang Ramadan sampai dua pekan setelah Idul Fitri,” tegasnya.

Gubernur Jawa Timur Soekarwo bergerak cepat mengantisipasi dampak bentrokan di Sampang. Pria yang disapa Pakde Karwo ini, mengumpulkan ormasNahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah.

”Yang paling penting saat ini adalah melakukan penyelamatan kelompok minoritas. Itu yang kami lakukan pertama kali ketika kami datang ke lokasi kejadian.

Untuk pemecahan selanjutnya masih kami koordinasikan lebih lanjut,” jelasnya.

Sekretaris PW Muhammadiyah Jatim, Nadjib Hamid mengungkapkan perlu adanya perumusan tentang perbedaan pendapat sehingga tidak menimbulkan konflik.Perbedaan pendapat harus dijaga supaya tetap harmonis.

”Saya kira, kita boleh tidak sependapat tentang aliran keagaman,tapi kita tidak boleh bertindak anarkis dengan alasan apapun. Sebab otoritas tindakan berada di tangan aparat keamanan,” tandasnya.
(azh)
Berita Terkini
Prabowo Pimpin Rapat...
Prabowo Pimpin Rapat 5 Jam soal Koperasi Desa Merah Putih di Istana, Ini Hasilnya
Di Forum BRICS 2026,...
Di Forum BRICS 2026, KSPSI AGN Dorong AI Berpihak pada Pekerja
Kejagung Ralat Pernyataan,...
Kejagung Ralat Pernyataan, Status Febrie Adriansyah Tetap Tersangka di 3 Sprindik Baru
Rismon: Jokowi Tak Ingin...
Rismon: Jokowi Tak Ingin Hukum Roy Suryo dan Dokter Tifa, hanya Ingin Polemik Ijazah Tuntas
Dongkrak Ekonomi Perdesaan,...
Dongkrak Ekonomi Perdesaan, 10 Asosiasi Desa Dukung Kopdes Merah Putih
Wamenhaj Dorong Semangat...
Wamenhaj Dorong Semangat 'Travel Beyond Profit' di Mukernas III ASPHIRASI
Infografis
Daftar Lengkap Pelatih...
Daftar Lengkap Pelatih Timnas Indonesia dari Masa ke Masa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved