Kekerasan di Sampang berlatar persaingan keluarga
Senin, 27 Agustus 2012 - 16:15 WIB
Kekerasan di Sampang berlatar persaingan keluarga
A
A
A
Sindonews.com - Aksi kekerasan yang terjadi di Dusun Nangkernang, Desa Karanggayam, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, disinyalir berlatar belakang persaingan keluarga.
"Kalau kita ingin mencermati lebih jauh, tampaknya persaingan keluarga menjadi latar belakangnya," kata Menteri Hukum dan HAM, Amir Syamsuddin, di kantornya, Jakarta Selatan, Senin (27/8/2012).
Aksi kekerasan itu sendiri diketahui sudah pernah terjadi pada akhir tahun 2011. Dan aksi kekerasan yang belum lama terjadi tersebut terkait dengan aksi kekerasan sebelumnya.
"Saya tidak akan masuk ke dalam substansi atau masalah-masalah bersifat keagamaan," jelas Amir.
Amir sendiri rencananya sore ini, pukul 15.00 WIB, akan bertolak ke Jawa Timur untuk mencari solusi guna meredam aksi kekerasan tersebut.
Amir sendiri menyatakan tidak akan mencari akar dari kekerasan. "Saya tidak begitu larut dengan masalah latar belakang. Tapi penegakan hukumnya. Jadi bagaimana langkah penegakan hukum ini bisa secara tegas dan lugas ditegakkan," pungkas Amir.
Seperti yang sudah diberitakan sebelumnya, terjadi aksi kekerasan di Sampang saat ratusan warga anti-syiah menyerbu permukiman milik komunitas Syiah di Dusun Nangkernang, Desa Karanggayam, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, pada Minggu pagi kemarin.
"Kalau kita ingin mencermati lebih jauh, tampaknya persaingan keluarga menjadi latar belakangnya," kata Menteri Hukum dan HAM, Amir Syamsuddin, di kantornya, Jakarta Selatan, Senin (27/8/2012).
Aksi kekerasan itu sendiri diketahui sudah pernah terjadi pada akhir tahun 2011. Dan aksi kekerasan yang belum lama terjadi tersebut terkait dengan aksi kekerasan sebelumnya.
"Saya tidak akan masuk ke dalam substansi atau masalah-masalah bersifat keagamaan," jelas Amir.
Amir sendiri rencananya sore ini, pukul 15.00 WIB, akan bertolak ke Jawa Timur untuk mencari solusi guna meredam aksi kekerasan tersebut.
Amir sendiri menyatakan tidak akan mencari akar dari kekerasan. "Saya tidak begitu larut dengan masalah latar belakang. Tapi penegakan hukumnya. Jadi bagaimana langkah penegakan hukum ini bisa secara tegas dan lugas ditegakkan," pungkas Amir.
Seperti yang sudah diberitakan sebelumnya, terjadi aksi kekerasan di Sampang saat ratusan warga anti-syiah menyerbu permukiman milik komunitas Syiah di Dusun Nangkernang, Desa Karanggayam, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, pada Minggu pagi kemarin.
(ysw)