Menhan tak khawatirkan gerakan OPM
Senin, 27 Agustus 2012 - 08:22 WIB
Menhan tak khawatirkan gerakan OPM
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah menilai Organisasi Papua Merdeka (OPM) tidak punya cukup kekuatan karena pada dasarnya mereka organisasi kecil.
Karena itu, pemerintah tidak terlalu khawatir atas aksi-aksi anggota OPM di luar negeri seperti pengibaran bendera Bintang Kejora yang baru-baru ini terjadi di Melbourne, Australia.
Menteri Pertahanan (Menhan) Purnomo Yusgiantoro menyatakan, pengibaran bendera Bintang Kejora di Australia tidak bisa ditindak, karena berada di wilayah hukum negara lain.
Namun dia menilai, pengibaran itu hanya sebagai bentuk aksi politik anggota OPM yang ada di negara tersebut. Mereka, ujarnya, mencoba memberikan impresi kepada teman-temannya yang ada di Papua, bahwa mereka masih memiliki kekuatan.
"Padahal, sebenarnya mereka tidak punya kekuatan. Mereka itu kecil sebenarnya,” kata Purnomo di Jakarta, Minggu 26 Agustus 2012.
Meski demikian, jika pengibaran dilakukan di wilayah Indonesia, kata Menhan, akan lain ceritanya. "Pasti kita copot. Kalau di negara lain, ya biar saja, yang penting pemerintahnya confirmbahwa mereka menghormati Indonesia dan mendukung kedaulatan NKRI,” ungkapnya.
Karena itu, pemerintah tidak terlalu khawatir atas aksi-aksi anggota OPM di luar negeri seperti pengibaran bendera Bintang Kejora yang baru-baru ini terjadi di Melbourne, Australia.
Menteri Pertahanan (Menhan) Purnomo Yusgiantoro menyatakan, pengibaran bendera Bintang Kejora di Australia tidak bisa ditindak, karena berada di wilayah hukum negara lain.
Namun dia menilai, pengibaran itu hanya sebagai bentuk aksi politik anggota OPM yang ada di negara tersebut. Mereka, ujarnya, mencoba memberikan impresi kepada teman-temannya yang ada di Papua, bahwa mereka masih memiliki kekuatan.
"Padahal, sebenarnya mereka tidak punya kekuatan. Mereka itu kecil sebenarnya,” kata Purnomo di Jakarta, Minggu 26 Agustus 2012.
Meski demikian, jika pengibaran dilakukan di wilayah Indonesia, kata Menhan, akan lain ceritanya. "Pasti kita copot. Kalau di negara lain, ya biar saja, yang penting pemerintahnya confirmbahwa mereka menghormati Indonesia dan mendukung kedaulatan NKRI,” ungkapnya.
(lil)